Kencana Energy Lestary Tetapkan Dividen 30,13 Miliar Rupiah

Kencana Energy Lestary Tetapkan Dividen 30,13 Miliar Rupiah
Ilustrasi, PT Kencana Energy Lestary tetapkan dividen tunai sebesar Rp30,13 miliar untuk tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Kencana Energy Lestary Tbk (KEEN) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai USD1,68 juta atau ekuivalen dengan Rp30,13 miliar dari tahun buku 2025. Penentuan nilai dividen ini berkaca pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) yang berada di angka Rp17.883 per dolar AS.

Keputusan pembayaran dividen tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (4/6/2026). Para pemegang saham menyetujui rasio pembayaran dividen sebesar 15,8 persen dari total keuntungan bersih tahun lalu. Melalui besaran tersebut, setiap lembar saham akan mendapatkan dividen senilai Rp8,22, jumlah yang sama seperti pada tahun buku 2024.

Di sisi lain, sisa laba bersih senilai USD 279.595 bakal dialokasikan dan dibukukan sebagai dana cadangan perusahaan. Selanjutnya, sisa keuntungan sekitar USD 7,13 juta akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional perseroan.

Kencana Energy, perusahaan yang fokus pada sektor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), mengantongi pendapatan total sebesar USD34,3 juta sepanjang tahun 2025. Perolehan ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menyentuh USD 37,9 juta.

Sejalan dengan itu, EBITDA perusahaan ikut merosot ke posisi USD 17,8 juta dengan margin sebesar 52 persen. Kendati demikian, keuntungan bersih Kencana Energy justru melonjak 21 persen dari yang sebelumnya USD 7,5 juta menjadi USD 9,1 juta.

Sampai dengan penutupan tahun 2025, kapasitas listrik terpasang yang diproduksi oleh perseroan menyentuh 69,5 megawatt (MW). Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 79,5 MW.

Selama tahun lalu, total produksi listrik yang dihasilkan perseroan berada di angka 376 gigawatt-hour (GWh), naik sebesar 2 persen daripada capaian tahun 2024 yang menyentuh 367 GWh. PLTA Air Putih menjadi kontributor terbesar dengan produksi 137,6 GWh, lalu disusul oleh PLTA Pakkat sebesar 92,5 GWh.

Saat ini, Kencana Energy juga mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM), antara lain PLTM Ma'dong serta PLTM Ordi Hulu. Masing-masing infrastruktur tersebut menorehkan angka produksi listrik sebesar 83,6 GWh dan 62,6 GWh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index