Archi Indonesia Bagikan Dividen Tunai Setara Rp 1,02 Triliun

Archi Indonesia Bagikan Dividen Tunai Setara Rp 1,02 Triliun
Ilustrasi Emas Lotus Archi (FOTO: kontan.co.id)

JAKARTA – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), salah satu produsen emas terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, mencatatkan peningkatan kinerja keuangan serta operasional yang positif pada tahun 2025.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan Kamis (7/5), ARCI melaporkan perolehan laba bersih tahun 2025 sebesar US$ 103 juta, yang meningkat secara signifikan dibandingkan raihan US$ 10 juta pada tahun 2024.

Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tahun 2025 menjadi US$ 496 juta serta EBITDA sebesar US$ 231 juta.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para pemegang saham, ARCI membagikan dividen sebesar US$ 60 juta atau setara dengan Rp 1,02 triliun, yang mewakili 58,5% dari laba tahun berjalan 2025.

Dividen tersebut terdiri atas dividen interim senilai US$ 30 juta atau setara Rp 499,8 miliar yang telah disalurkan pada 16 Desember 2025, serta dividen final sebesar US$ 30 juta atau setara Rp 522,2 miliar yang akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham pada bulan Juni 2026.

Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga disiplin operasional dan finansial di tengah dinamika geopolitik global.

“Kinerja tahun 2025 mencerminkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kegiatan operasi secara berkelanjutan,” ujar Rudy sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).

Seiring dengan penguatan kegiatan operasi, ARCI juga terus memacu pengembangan berbagai proyek strategis.

Pengembangan tambang bawah tanah di Kopra terus menunjukkan hasil yang menjanjikan, sementara aktivitas eksplorasi semakin ditingkatkan untuk menyokong peningkatan cadangan serta keberlanjutan produksi jangka panjang.

Dari aspek diversifikasi, anak usaha ARCI, yakni PT Toka Tindung Geothermal (TTG), telah mengantongi izin panas bumi pada Juni 2025.

Proyek panas bumi ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi bagian dari pengembangan portofolio energi berkelanjutan perusahaan.

Memasuki tahun 2026, ARCI menargetkan adanya pertumbuhan produksi emas minimal sebesar 15%, serta mulai memasuki tahap konstruksi terkait peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun.

Proyek ini diproyeksikan dapat meningkatkan produksi emas sekaligus mengoptimalkan nilai aset ARCI di masa mendatang. Selain itu, ARCI terus melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah di area konsesi lainnya serta memperluas kegiatan eksplorasi demi meningkatkan potensi sumber daya dan cadangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index