Kenapa Saham Teknologi Tetap Naik Saat Suku Bunga The Fed Meningkat

Sabtu, 19 September 2026 | 21:59:29 WIB
Ilustrasi saham teknologi (FOTO : NET)

JAKARTA – Kenaikan suku bunga biasanya memberi tekanan pada saham teknologi. Biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan investor juga dapat mengurangi minat terhadap saham yang memiliki valuasi tinggi.

Namun, saham teknologi tidak selalu turun setelah The Fed menaikkan bunga.

Hal tersebut terlihat pada perdagangan 17 September 2026. Nasdaq justru naik 1,69 persen setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,75 hingga 4 persen sehari sebelumnya.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa investor masih mempertimbangkan berbagai faktor lain sebelum menentukan pilihan investasinya. Lalu, kenapa saham teknologi tetap bisa naik ketika suku bunga Amerika Serikat sedang meningkat?

Harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat The Fed, tetapi juga oleh perkiraan investor sebelumnya. Jika investor sudah memperkirakan suku bunga akan naik, kemungkinan dampaknya terhadap saham bisa tercermin sebelum keputusan resmi diumumkan.

Ketika kenaikan tersebut benar-benar terjadi sesuai perkiraan, reaksi pasar menjadi lebih terbatas karena investor sudah memperhitungkannya.

Kondisi tersebut terlihat setelah keputusan The Fed pada 16 September 2026. Investor sebelumnya sudah memperhatikan kemungkinan kenaikan bunga sehingga pasar tidak sepenuhnya terkejut.

Pada hari berikutnya, saham teknologi kembali dibeli setelah mengalami tekanan menjelang rapat The Fed. "Investor mulai membeli kembali saham yang sebelumnya turun karena kekhawatiran terhadap kenaikan bunga," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Investor saham teknologi tidak hanya memperhatikan suku bunga acuan The Fed. Mereka juga melihat pergerakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat karena angka tersebut dapat memengaruhi daya tarik investasi di pasar.

Ketika yield obligasi turun, tekanan terhadap saham teknologi dapat berkurang karena keuntungan yang ditawarkan aset berpendapatan tetap menjadi relatif lebih rendah.

Setelah keputusan The Fed, yield Treasury 10 tahun justru mengalami penurunan pada perdagangan berikutnya. Kondisi tersebut membantu mengurangi sebagian tekanan yang sebelumnya dirasakan saham teknologi, terutama perusahaan dengan valuasi tinggi.

Dengan kata lain, kenaikan suku bunga acuan tidak otomatis membuat seluruh kondisi pasar menjadi lebih ketat pada saat yang sama karena investor juga mempertimbangkan perubahan yield obligasi jangka panjang.

Saham teknologi juga memiliki faktor pendukung lain yang tidak berkaitan langsung dengan keputusan suku bunga. Salah satunya adalah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang masih mendorong permintaan terhadap chip, pusat data, dan berbagai layanan teknologi.

Ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis tersebut membuat investor tetap memperhatikan perusahaan yang dianggap memiliki peluang untuk memperoleh manfaat dari perkembangan AI.

Pergerakan sejumlah saham semikonduktor pada 17 September menunjukkan kuatnya perhatian tersebut. Intel naik sekitar 7,7 persen, AMD menguat 6,5 persen, sedangkan Micron naik sekitar 5,5 persen pada hari yang sama.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa prospek pertumbuhan perusahaan tetap menjadi pertimbangan penting bagi investor. Jadi, meskipun bunga naik, saham teknologi masih dapat diburu ketika investor melihat peluang pertumbuhan laba yang cukup kuat.

Kenaikan suku bunga juga perlu dilihat bersama kondisi ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. The Fed menaikkan suku bunga ketika aktivitas ekonomi masih menunjukkan kekuatan, sehingga keputusan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa perusahaan sedang menghadapi perlambatan tajam.

Kondisi ekonomi yang tetap kuat dapat membantu menjaga pendapatan perusahaan dan membuat investor masih memiliki alasan untuk membeli saham.

Selain itu, penurunan harga minyak pada waktu yang sama ikut membantu meredakan kekhawatiran mengenai inflasi. Ketika tekanan dari harga energi mulai berkurang, sentimen investor dapat membaik meskipun The Fed masih menjalankan kebijakan moneter yang ketat.

Karena itu, kenaikan saham teknologi pada 17 September terjadi akibat beberapa faktor yang bergerak bersamaan, bukan karena kenaikan suku bunga dianggap tidak penting bagi pasar.

Kenaikan suku bunga memang dapat memberikan tekanan kepada saham teknologi, tetapi pengaruhnya tidak selalu langsung terlihat pada harga saham. Investor juga mempertimbangkan apakah kenaikan bunga sudah diperkirakan, bagaimana pergerakan yield obligasi, serta seberapa kuat prospek bisnis perusahaan.

Karena itu, saham teknologi tetap dapat naik ketika faktor pendukung lainnya lebih kuat daripada tekanan yang muncul dari kenaikan suku bunga.

Tags

Terkini