Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Bursa Asia Bergerak Mixed

Selasa, 15 September 2026 | 21:54:42 WIB
Ilustrasi Pasar Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa Asia bergerak beragam alias mixed pada perdagangan Selasa (15/9/2026) pagi dengan mayoritas indeks melemah.

Pada pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 naik 274,25 poin atau 0,42 persen ke 63.757,21, Hang Seng naik 16,46 poin atau 0,07 persen ke 24.934,06, Taiex turun 60,79 poin atau 0,13 persen ke 45.771,95, Kospi naik 18,54 poin atau 0,28 persen ke 6.704,26, ASX 200 turun 56,97 poin atau 0,65 persen ke 8.692,90, Straits Times turun 16,33 poin atau 0,30 persen ke 5.700,93, dan FTSE Malaysia turun 7,39 poin atau 0,44 persen ke 1.690.

Indeks MSCI tercatat turun 0,1 persen. Pergerakan saham di wilayah Asia ini mengekor penurunan yang terjadi di Wall Street.

Kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed makin terbuka. Di sisi lain, saham di pasar global merosot usai para pengembang AI terkemuka mengusulkan penundaan kemajuan pada bidang tersebut.

"Ada banyak faktor mendasar yang menyebabkan aksi jual suku bunga berkelanjutan sebagai jalan termudah untuk saat ini," kata Zach Griffiths, kepala strategi investasi dan makri di perusahaan riset CreditSights sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, pada Senin (14/9), para pejabat China menolak seruan para pemimpin teknologi AS untuk memperlambat pengembangan AI dengan alasan keamanan sebagai penyebaran ketakutan, serta menolak klaim bahwa kemajuan China menimbulkan ancaman keamanan global.

"Sudah ada cukup banyak kegelisahan di pasar dan jika beberapa pemain utama sekarang mengatakan: tunggu dulu, kami sedikit memperlambat, itu akan menambah ketidakpastian," kata Chris Armstrong, ahli strategi di Berenberg sebagaimana dila

Tags

Terkini