JAKARTA – Penawaran obligasi pemerintah berbasis syariah, Sukuk Ritel (SR) seri SR025 akan segera ditutup pada Rabu, 16 September 2026. Sebelum kuota penawaran berakhir dan habis, simak panduan investasi sukuk SR025 yang menawarkan imbal hasil sebesar 6,8 persen dan 6,9 persen.
SR025 dapat dipesan hingga Rabu, 16 September 2026 tepat pukul 12.00 WIB. Kuota SR025 yang masih tersedia saat ini berkisar Rp 3 triliun.
Berdasarkan data terbaru Bibit.id pada Senin (14/9) pukul 17.20 WIB, varian SR025-T3 telah terserap sebesar Rp 21,43 triliun atau setara 93,2 persen dari total kuota Rp 23 triliun.
Sementara itu, varian SR025-T5 tercatat telah terserap sekitar Rp 4,12 triliun atau setara 68,6 persen dari total alokasi kuota Rp 6 triliun.
Secara keseluruhan, akumulasi penjualan SR025 telah menembus sekitar Rp 25,54 triliun atau mencapai 88,1 persen dari keseluruhan plafon kuota sebesar Rp 29 triliun.
Meskipun demikian, besaran total kuota tersebut sejatinya telah ditambah jika dibandingkan kuota awal penerbitan SR025 yang mulanya dipatok Rp 20 triliun.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, minat investor terhadap instrumen SR025 pada dasarnya masih dalam kategori sehat, meski tidak sampai menimbulkan euforia berlebih.
Kondisi tersebut menandakan bahwa mayoritas porsi kuota SR025 telah berhasil terserap, khususnya pada varian tenor tiga tahun.
"Kalau terlihat lebih lambat dibanding beberapa seri sebelumnya, menurut saya pembandingnya memang terlalu tinggi. ORI030 baru saja mencatat penjualan yang sangat kuat, sementara ST016 sebelumnya juga mendapat pemesanan lebih dari Rp 22 triliun," jelas Yusuf sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Yusuf menambahkan, para pemodal ritel sepanjang tahun berjalan ini sudah berkali-kali menempatkan dana mereka pada instrumen ORI029, SR024, ST016, hingga ORI030. Oleh karena itu, dana dari kelompok investor yang sama tidak dapat terus mengalir ke instrumen SBN ritel dengan intensitas yang serupa.
"Kondisinya juga berbeda. SR025 hadir ketika BI Rate masih 5,75 persen, rupiah berada di sekitar Rp17.500 per dolar AS, dan harga minyak masih tinggi. Dalam situasi seperti ini, rumah tangga cenderung mempertahankan likuiditas," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Masyarakat yang berniat berinvestasi pada Sukuk Ritel Seri SR025T3 maupun SR025T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah guna memproses pemesanan secara langsung lewat sistem elektronik online. Investasi pada SR025 dapat dimulai hanya dengan modal minimal Rp 1 juta. Berikut adalah langkah-langkah untuk berinvestasi obligasi ritel SR025:
Registrasi
Proses pendaftaran investasi obligasi ritel SR025 dapat dilakukan kapan saja bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel resmi dibuka. Calon Investor cukup mendaftarkan diri pada sistem elektronik milik Mitra Distribusi (Midis) dengan mengisikan data diri, nomor Single Investor Identification (SID), nomor Rekening Dana, serta nomor Rekening Surat Berharga.
Bagi calon investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, maupun Rekening Surat Berharga, pendaftaran dapat dibantu melalui Mitra Distribusi. Single Investor Identification (SID) merupakan kode khusus dan tunggal bagi pemodal yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.
Pemesanan
Usai pendaftaran terverifikasi, calon investor dapat mengajukan pemesanan obligasi ritel SR025 setelah membaca ketentuan yang tercantum dalam Memorandum Informasi. Pengajuan pemesanan ini hanya bisa diproses selama masa penawaran obligasi ritel SR025 berlangsung.
Pembayaran
Setelah status pemesanan terverifikasi (verified order), calon investor akan menerima kode pembayaran (billing code) atas pemesanan obligasi ritel SR025 via email atau SMS sesuai ketentuan Mitra Distribusi terkait. Kode pembayaran tersebut dipakai untuk menyetorkan dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking), Pos, atau Lembaga Persepsi Lainnya sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
Konfirmasi
Sesudah transaksi pembayaran diselesaikan, calon investor menerima Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) serta notifikasi completed order, lalu memperoleh alokasi obligasi ritel SR025 pada tanggal setelmen atau penerbitan. Setelah tanggal setelmen tiba, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan obligasi ritel SR025 kepada pihak Mitra Distribusi.
Pemerintah menunjuk 33 mitra distribusi resmi yang terdiri dari sektor perbankan hingga platform finansial terintegrasi.
Kelompok Bank Umum meliputi PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank, PT Bank Victoria International, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
Kelompok Bank Umum Syariah terdiri atas PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Kelompok Perusahaan Efek mencakup PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Bahana Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT Phillip Sekuritas Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, dan PT Ajaib Sekuritas Asia.
Kelompok Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology) terdiri dari PT Bareksa Portal Investasi, PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+), PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), serta PT Bibit Tumbuh Bersama.