Ubah Arah Bisnis FORU Gelar Rights Issue 99,78 Persen Saham

Selasa, 15 September 2026 | 19:42:29 WIB
Ilustrasi Saham HMETD (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menyiapkan aksi penambahan modal melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 215,10 miliar saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Melalui harga pelaksanaan Rp126 per saham, aksi rights issue tersebut berpotensi meraih dana hingga Rp27,10 triliun.

Berdasarkan prospektus terbaru perseroan, setiap pemilik 100 saham lama berhak mendapatkan 46.235 HMETD. IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH) selaku pemegang saham pengendali perseroan bakal menyerap 165,22 miliar HMETD melalui mekanisme penyetoran modal selain uang atau inbreng.

Setoran tersebut berupa 49% saham PT Borneo Prima (BP) bernilai Rp20,82 triliun, yang menjadikan Perseroan sebagai pemilik 49% saham BP. Pelaksanaan rencana inbreng dijadwalkan pada awal rentang perdagangan dan pelaksanaan HMETD, yaitu 25 September 2026. Transaksi ini tidak menggeser pengendalian BP lantaran IMR AH tetap bertindak sebagai pengendali melalui Perseroan.

Pihak manajemen FORU menyampaikan aksi ini merupakan langkah awal Perseroan dalam mengarahkan ekspansi usahanya ke industri pertambangan batu bara metalurgi lewat kepemilikan 49% di BP. Di lain sisi, dana tunai yang dihimpun dari pelaksanaan HMETD oleh investor publik akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada BP.

Suntikan dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk menyokong sebagian kebutuhan modal kerja yang berhubungan dengan kegiatan operasional serta peningkatan produksi tambang. Meski demikian, skema pinjaman ini sangat bergantung pada tingkat partisipasi pemegang saham publik.

Apabila pemegang saham publik tidak mengeksekusi seluruh HMETD yang dimiliki sehingga dana segar tidak terkumpul, FORU batal melepaskan rencana pinjaman tersebut. Perseroan bersama BP juga tercatat belum menandatangani dokumen perjanjian pinjaman sewaktu prospektus dirilis.

Mengenai peta kepemilikan saham, IMR AH saat ini menggenggam 76,81% saham FORU. Usai gelaran PMHMETD I dengan pengandaian seluruh HMETD publik tidak dieksekusi, porsi saham IMR AH berpeluang melambung hingga 99,94%, sementara kepemilikan masyarakat menyusut menjadi 0,06%.

Perseroan mengingatkan investor yang memilih tidak memanfaatkan HMETD miliknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham yang amat besar setelah aksi korporasi ini, yaitu sekitar 99,78%. Masa perdagangan beserta pelaksanaan HMETD dijadwalkan bergulir mulai 25 September sampai 6 Oktober 2026.

Tags

Terkini