Era Graharealty Siap Delisting dari BEI dan APAC Gelar VTO Rp250

Jumat, 11 September 2026 | 19:05:42 WIB
Ilustrasi IPAC berencana go private dan delisting, APAC Investment 2 menyiapkan tender Rp250 per saham. (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Era Graharealty Tbk (IPAC) berencana mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup serta menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana go private dan delisting tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Oktober 2026.

“Perubahan strategi bisnis menjadi salah satu alasan rencana tersebut. Perseroan menilai tidak lagi membutuhkan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana menghimpun dana melalui pasar modal pada masa mendatang,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perseroan juga berniat meningkatkan efisiensi, termasuk menekan biaya operasional, serta memperoleh fleksibilitas yang lebih besar dalam pengembangan dan restrukturisasi usaha.

Manajemen menambahkan, Jika rencana tersebut mendapat persetujuan, APAC Investment 2 Pte. Ltd. selaku pemegang saham utama dan pengendali akan melakukan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) untuk membeli saham yang dimiliki pemegang saham publik.

APAC Investment 2 saat ini menguasai 860,56 juta saham atau 90,60% saham IPAC.

Sementara itu, masyarakat memegang 89,31 juta saham atau 9,40%. Pemilik manfaat akhir dari APAC Investment 2 adalah Morgan Stanley.

Dalam VTO, APAC Investment 2 akan menawarkan Rp250 per saham untuk maksimal 89,31 juta saham publik atau 9,402% dari seluruh saham IPAC.

Harga tersebut berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian IPAC selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS, yaitu Rp173 per saham.

Pemegang saham publik yang tidak menjual sahamnya melalui VTO tetap akan menjadi pemegang saham IPAC setelah proses go private dan delisting selesai. Meskipun demikian, saham perseroan tidak lagi tercatat di BEI dan IPAC akan berstatus sebagai perusahaan tertutup.

RUPSLB bakal meminta persetujuan terkait perubahan status IPAC menjadi perusahaan tertutup, delisting saham dari BEI, penunjukan profesi penunjang, serta perubahan anggaran dasar, termasuk penyesuaian nama perseroan.

“Jika RUPSLB menyetujui rencana tersebut, APAC Investment 2 dijadwalkan menyampaikan pernyataan VTO kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Oktober 2026. Masa penawaran diperkirakan berlangsung pada 21 Desember 2026 hingga 19 Januari 2027,” ungkap manajemen sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pembayaran VTO dijadwalkan paling lambat pada 26 Januari 2027. Selanjutnya, BEI diperkirakan membatalkan pencatatan saham IPAC pada 18 Maret 2027. Seluruh tahapan ini masih bergantung pada persetujuan OJK, BEI, KSEI, serta instansi berwenang lainnya.

Tags

Terkini