TotalEnergies Pangkas Saham Papua LNG dan Exxon Jadi Operator

Selasa, 08 September 2026 | 18:46:23 WIB
Ilustrasi TotalEnergies memangkas kepemilikan saham (FOTO : NET)

JAKARTA – TotalEnergies memangkas porsi kepemilikan sahamnya pada proyek Papua LNG sekaligus menyerahkan posisi operator kepada ExxonMobil.

TotalEnergies akan menjual 9,1 persen sahamnya kepada para mitra sesuai proporsi kepemilikan masing-masing.

Perusahaan energi asal Prancis tersebut akan mempertahankan 20 persen saham di Papua LNG setelah transaksi selesai.

Meskipun nilai transaksi tidak diungkapkan oleh TotalEnergies, Santos mengumumkan pembelian 3,3 persen saham senilai 189 juta dolar AS sehingga kepemilikannya naik menjadi 21 persen.

Santos menyatakan transaksi ini bergantung pada keputusan investasi akhir (FID) Papua LNG yang ditargetkan pada kuartal IV 2026. TotalEnergies mengonfirmasi bahwa berbagai hambatan kontraktual dan komersial telah diselesaikan.

“Ini semua adalah bagian dari antrean FID pada akhir tahun, yang akan membantu memperpanjang umur PNG LNG yang akan mulai menurun sekitar tahun 2028,” kata Saul Kavonic, Analis MST Marquee, merujuk pada proyek LNG di dekat Papua LNG yang saat ini mengoperasikan ExxonMobil sebagaimana dilansir dari berita sumber.

ExxonMobil mengambil alih posisi operator Papua LNG untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi pelaksanaan proyek dengan PNG LNG.

"Menempatkan Papua LNG dan PNG LNG di bawah kendali operasi ExxonMobil diharapkan dapat memperkuat penyelarasan antarproyek, meningkatkan efisiensi pelaksanaan, serta mendukung pengembangan sumber daya LNG kelas dunia milik Papua Nugini," kata Juru Bicara ExxonMobil sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proses tender pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC) telah rampung dan kini hanya menunggu persetujuan dari para mitra.

Penataulangan kontrak dan optimalisasi desain berhasil memangkas biaya proyek hingga hampir 4 miliar dolar AS sejak 2024, sehingga estimasi belanja modal turun menjadi sekitar 14 miliar dolar AS.

Perubahan perjanjian gas dengan pemerintah Papua Nugini juga telah diselesaikan oleh para mitra proyek.

Usaha patungan pemasaran LNG bersama Kumul Petroleum dibentuk untuk memasarkan 2,4 juta ton per tahun (Mtpa) dari total produksi 5,6 Mtpa.

Papua LNG, yang dikembangkan dari lapangan Elk dan Antelope di Provinsi Gulf, ditargetkan memproduksi 5,6 Mtpa LNG terutama untuk kebutuhan pasar Asia.

Pengembangan proyek ini telah berjalan lebih dari satu dekade namun kerap tertunda akibat negosiasi mitra, pandemi, dan perselisihan fiskal.

TotalEnergies tetap memegang hak atas 1,5 Mtpa produksi LNG meskipun porsi sahamnya berkurang.

Langkah pelepasan saham tersebut akan dialokasikan untuk membebaskan modal yang dapat dialihkan ke proyek lain.

Marc Howson dari Welligence Energy Analytics menyebutkan bahwa TotalEnergies memegang salah satu komitmen investasi LNG terbesar di industri untuk proyek yang sedang dalam tahap konstruksi.

Komitmen investasi tersebut tersebar di beberapa lokasi, meliputi Timur Tengah, Teluk Meksiko AS, serta Afrika Barat dan Timur.

Tags

Terkini