Profil MEDS yang Sahamnya Melesat Sentuh ARA dan Kinerja Terkini

Senin, 07 September 2026 | 18:28:24 WIB
Ilustrasi emiten MEDS yang alami kenaikan signifikan (FOTO : NET)

JAKARTA – Profil emiten MEDS yang alami kenaikan signifikan pada pekan kedua September 2026 menarik untuk disimak. Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menjadi salah satu yang menarik perhatian investor.

Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, saham emiten alat kesehatan tersebut melonjak lebih dari 30% pada awal perdagangan. Peningkatan perhatian terhadap kebutuhan masker setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra menjadi pendorongnya.

Mengutip data IPOT, MEDS bahkan sempat menyentuh level Rp97 per saham atau naik 34,72% pada sesi 1 Senin (7/9), sekaligus menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Pergerakan tersebut menjadikan MEDS salah satu saham dengan kenaikan terbesar pada awal perdagangan.

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di industri peralatan kesehatan dan turunannya dengan kode saham MEDS. Perusahaan ini didirikan pada 31 Desember 2010 dan mulai beroperasi pada 1 Maret 2011.

Pada awalnya, Hetzer Medical memproduksi masker bedah atau surgical facemask tiga lapis. Perusahaan kemudian mengembangkan masker kesehatan tipe Ear Loop 4 Dimensi dengan merek Evo Plusmed, hingga resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2022.

Dalam dokumen e-IPO, bidang usaha MEDS tercatat sebagai industri peralatan kesehatan dan turunannya. Selain masker, perusahaan juga memproduksi bouffant cap atau penutup kepala dan mendistribusikan hand sanitizer.

MEDS tidak hanya mengandalkan produk masker dalam menjalankan bisnisnya. Perusahaan telah mengembangkan portofolio produk alat kesehatan dengan merek Evo Plusmed.

Produk yang ditampilkan perusahaan antara lain masker kesehatan, bouffant cap atau penutup kepala, stetoskop, dan tensimeter. Selain itu, terdapat juga tensimeter digital, kursi roda, tiang infus, bak instrumen, hingga hand sanitizer.

Perusahaan menyebut telah menambah produk stetoskop dan tensimeter pada 2022. Selanjutnya pada 2024, MEDS juga mengembangkan produk kursi roda, tiang infus, bak instrumen, dan tensimeter digital.

Dengan demikian, bisnis MEDS secara bertahap tidak lagi hanya bertumpu pada masker, meskipun masker tetap menjadi salah satu produk yang paling dikenal dari perusahaan. Situs resmi perusahaan juga menunjukkan produk utama seperti masker, bouffant cap, stetoskop, dan tensimeter.

MEDS menyatakan produknya memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan dan menerapkan standar Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik atau CPAKB. Salah satu aset penting MEDS adalah merek Evo Plusmed.

Dalam dokumen e-IPO, perusahaan menyebut Evo Plusmed telah digunakan sebagai masker medis resmi untuk sejumlah kegiatan besar, antara lain kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020, KONI untuk PON Papua 2021, dan MotoGP Pertamina Mandalika 2022. Perusahaan juga menyebut produk-produknya telah memiliki izin Kementerian Kesehatan dan sertifikasi Bacterial Filtration Efficiency.

Hal ini menjadi salah satu modal MEDS dalam mengembangkan pasar produk kesehatan di luar periode pandemi Covid-19. Susunan manajemen PT Hetzer Medical Indonesia Tbk saat ini terdiri dari jajaran komisaris dan direksi.

Susunan direksi MEDS diisi oleh dr. Yenny Marlina sebagai Direktur Utama (Terafiliasi: Ya), Herry sebagai Direktur (Terafiliasi: Ya), dan Fancy Marsiana, SH sebagai Direktur (Terafiliasi: Ya). Sementara susunan komisaris MEDS diisi oleh Jemmy Kurniawan sebagai Komisaris Utama (Independen: Tidak), Alvi Hadi Sugondo sebagai Komisaris (Independen: Tidak), dan Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro sebagai Komisaris (Independen: Ya).

Dalam prospektusnya, MEDS juga menyebut manajemen perusahaan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri alat kesehatan. Melansir data BEI, perusahaan menunjukkan bahwa pada kuartal I 2026, penjualan MEDS mencapai sekitar Rp4,77 miliar, naik signifikan dibandingkan sekitar Rp1,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba kotor juga meningkat dari sekitar Rp229,4 juta menjadi Rp1,70 miliar. Namun, besarnya beban operasional masih menjadi perhatian sehingga peningkatan penjualan tersebut belum otomatis menghasilkan laba bersih yang kuat.

Perkembangan hingga semester I 2026 menunjukkan adanya peningkatan permintaan. Berdasarkan penjelasan manajemen terkait kinerja per 30 Juni 2026, pendapatan kumulatif Januari-Juni 2026 mencapai sekitar Rp11,53 miliar.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan permintaan masker dalam volume yang lebih besar. Perusahaan menyebut adanya distributor baru serta keberlanjutan hubungan dengan distributor yang sudah ada, di samping memperoleh tambahan pendapatan dari jasa machining.

Tags

Terkini

Portal Seni Budaya: Jembatan Warisan dan Inovasi Digital

Senin, 07 September 2026 | 20:15:02 WIB

Panduan Layanan Kesehatan Lengkap dan Terpercaya

Senin, 07 September 2026 | 19:46:01 WIB

Harga Saham Amazon Stabil di Level 258,51 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 19:13:09 WIB