BEI Tetapkan TBS Sebagai Saham Hijau Transisi Pertama di Indonesia

Senin, 07 September 2026 | 17:35:14 WIB
Ilustrasi bursa efek indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menetapkan PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) berkode saham TOBA sebagai emiten perdana di tanah air yang meraih Penetapan Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition) dalam kerangka IDX Green Equity Designation.

“Bagi kami, penetapan ini bukanlah garis akhir, melainkan satu tonggak lagi dalam transformasi yang masih kami jalani,” kata Direktur Utama TBS Dicky Yordan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Status ini berlaku sejak 28 Agustus 2026 bertepatan saat BEI meluncurkan IDX Green Equity Designation kepada tiga emiten awal.

TBS menjadi emiten tunggal di kategori transisi, sementara PT Hero Global Investment Tbk (HGII) beserta PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) mengantongi Penetapan Saham Hijau (Green Equity).

Penetapan untuk perseroan diterbitkan usai melewati proses reviu independen dari S&P Global Ratings yang berpatokan pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan Green Equity Principles milik World Federation of Exchanges (WFE).

S&P Global Ratings menegaskan bahwa TBS telah sesuai dengan kriteria Green Equity Transition Designation yang disyaratkan dalam skema BEI.

Lembaga independen tersebut mencatat TBS yang sebelumnya berfokus pada tambang batu bara kini sedang bertransformasi ke sektor pengelolaan limbah hingga ekosistem kendaraan listrik.

Merujuk pada hasil reviu perusahaan, porsi pendapatan TBS pada 2025 tercatat sebesar 47 persen berasal dari unit bisnis non-batu bara.

Di samping itu, S&P Global Ratings menilai sebesar 92 persen komitmen belanja modal TBS periode 2025-2030 teralokasikan sebagai kegiatan hijau, tanpa ada anggaran belanja modal bagi sektor batu bara.

Sistem penilaian IDX Green Equity Designation berpijak pada lima pilar utama, yaitu kontribusi finansial, keselarasan taksonomi, tata kelola, evaluasi berkala, serta keterbukaan informasi publik.

Guna memenuhi skema tersebut, perusahaan disyaratkan membuktikan lebih dari separuh pendapatan tahunan atau belanja operasional dan belanja modalnya teralokasi pada aktivitas hijau maupun transisi sesuai definisi taksonomi rujukan.

Direktur Pengembangan Usaha BEI Iding Pardi menyebutkan bahwa IDX Green Equity Designation berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat transparansi dan kredibilitas data keberlanjutan di bursa saham.

“Kami berharap penetapan ini mendorong semakin banyak perusahaan tercatat untuk memperkuat praktik keberlanjutannya dan memberikan informasi yang lebih kredibel bagi investor,” ujar Iding sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BEI menegaskan pemberian predikat saham berbasis hijau ini bersifat voluntary atau sukarela bagi perusahaan tercatat maupun calon emiten yang mengajukan permohonan serta lolos uji kriteria penyedia eksternal.

BEI turut menyampaikan bahwa skema saham hijau ini diselaraskan dengan standar internasional demi menjaga kredibilitas instrumen berkelanjutan sekaligus menekan potensi timbulnya greenwashing di pasar modal nasional.

Status penetapan untuk TBS, HGII, dan KEEN berlaku efektif sejak 28 Agustus 2026 hingga siklus evaluasi tahunan pada Juli 2027.

Setiap emiten diwajibkan mengikuti evaluasi periodik, memperbarui data relevan, dan menyerahkan laporan reviu eksternal kepada BEI demi mempertahankan label tersebut.

Lewat keterangannya, BEI menekankan bahwa IDX Green Equity Designation bukan bentuk pemeringkatan maupun saran investasi, serta tidak menjadi jaminan atas kinerja keuangan, imbal hasil, atau risiko saham terkait.

Tags

Terkini

Yurike Prastika Sembuh dari Kanker Payudara Stadium 4

Sabtu, 19 September 2026 | 06:11:00 WIB

Suhu Banjarmasin Capai 36 Derajat, Cuaca Hari Ini Berawan

Sabtu, 19 September 2026 | 06:05:00 WIB

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09:00 WIB

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB