Danantara Suntik Rp 2 Triliun ke VKTR, Rekomendasi Saham Naik 0,54 Persen

Kamis, 03 September 2026 | 18:30:49 WIB
Ilustrasi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), salah satu perusahaan milik keluarga Bakrie, berpeluang memperoleh dana segar hingga Rp 2 triliun dari PT Danantara Investment Management (DIM). Suntikan dana ini dialokasikan untuk memperkuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Kesepakatan awal pendanaan tersebut ditandai melalui penandatanganan indicative non-binding term sheet pada 28 Agustus 2026. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turut mengambil peran dalam perjanjian ini sebagai pihak penanggung.

Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi, dana indikatif tersebut ditujukan guna mendukung ekspansi serta operasional bisnis mobility-as-a-service (MaaS), termasuk pembelian bus dan truk listrik. pihak Danantara menegaskan bahwa isi term sheet ini masih berupa penjajakan awal kolaborasi investasi strategis.

Keputusan akhir realisasi investasi sangat bergantung pada hasil uji tuntas serta penyusunan dokumen definitif kelak. Selain itu, term sheet memasukkan klausul hak opsi konversi yang bisa memicu pergeseran porsi kepemilikan saham di masa depan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat bahwa rencana suntikan modal ini sanggup memberikan sentimen positif bagi performa VKTR jika berhasil direalisasikan.

Tambahan modal tersebut dinilai sanggup membantu VKTR memperluas pengadaan armada bus dan truk listrik sekaligus membesarkan cakupan bisnis MaaS. Hasilnya, perseroan memiliki peluang mempercepat laju pendapatan dan memperbesar skala usahanya tanpa bergantung penuh pada kas internal.

"Rencana pendanaan maksimal Rp2 triliun dari Danantara Investment Management (DIM) merupakan katalis positif bagi kinerja VKTR, karena apabila terealisasi, akan memperkuat kapasitas pendanaan perseroan," ujar Nafan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai potensi VKTR untuk jangka menengah sampai panjang tetap menarik seiring bertumbuhnya ekosistem kendaraan listrik secara nasional.

Meski begitu, para pemodal diimbau untuk tetap waspada terhadap beberapa faktor risiko. Risiko utama adalah ancaman dilusi saham jika hak opsi konversi pada skema pembiayaan tersebut benar-benar dieksekusi.

Di samping itu, peningkatan volume penjualan kendaraan listrik mesti diimbangi oleh kapabilitas perseroan dalam mencetak perolehan laba bersih secara konsisten.

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan saham VKTR berakhir pada posisi Rp935 per saham pada Rabu (2/9/2026).

Nilai tersebut mencatatkan kenaikan Rp5 atau 0,54% jika dibandingkan dengan harga penutupan hari sebelumnya di level Rp930 per saham. Saham VKTR sempat dibuka pada harga Rp975 serta bergerak dalam kisaran Rp910 hingga Rp990 sepanjang sesi perdagangan.

Merujuk pada harga penutupan itu, posisi saham VKTR tercatat masih berada di bawah target harga yang diproyeksikan oleh Nafan.

Ia menyematkan rekomendasi ADD pada saham VKTR dengan menetapkan target harga di level Rp1.085 per saham.

Para pemegang modal berprofil risiko agresif dapat menerapkan opsi strategi speculative buy atau accumulate on weakness. Namun, langkah ini harus disertai pemantauan terhadap proses penandatanganan perjanjian definitif bersama DIM serta realisasi ekspansi bus dan truk listrik VKTR.

Saham VKTR tergolong sebagai salah satu aset bisnis keluarga Bakrie. Pihak BNBR bertindak selaku pengendali utama dengan memegang porsi 24,41 % per akhir Juli 2026. Sementara itu, PT Bakrie Metal Industries tercatat memborong saham VKTR sebanyak 3 miliar lembar pada 21 Agustus 2026.

Tags

Terkini