FINANSIALINSIGHT.COM — Jakarta memang punya segudang pekerjaan rumah, dan salah satunya sedang bergelantungan di atas kepala. Di sejumlah ruas jalan utama, seperti kawasan Pancoran, Tebet, dan Jalan DI Panjaitan, tiang-tiang utilitas berubah menjadi "sarang laba-laba" raksasa berisi tumpukan kabel yang sudah tak jelas mana yang aktif dan mana yang mati.
Bahaya Buat Pengendara Mobil Tinggi
Ketakutan terbesar bukan cuma soal estetika. Kabel-kabel yang menjuntai rendah nyaris melintang di atas badan jalan adalah ancaman serius, terutama buat pengendara truk atau mobil dengan dimensi tinggi.
Sekali tersangkut, dampaknya bisa fatal. Bukan tak mungkin kabel putus dan menyebabkan kecelakaan beruntun, apalagi di jam sibuk ketika volume kendaraan sedang padat-padatnya. Pengendara sepeda motor pun harus ekstra waspada, karena pandangan mereka bisa terganggu oleh simpul-simpul kabel yang menggantung.
Wajah Kota, Bayangan Investor
Ruang publik yang semrawut juga berkontribusi pada citra kota yang kurang terkelola dengan baik. Kabel yang terurai sembarangan membuat trotoar dan badan jalan terasa sesak, menciptakan kesan kumuh di tengah megahnya gedung pencakar langit Jakarta.
Kondisi ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga persoalan kenyamanan warga yang setiap hari harus berbagi ruang dengan risiko tersangkut atau tertimpa kabel.
Mengapa Penataan Kini Mendesak?
Melihat potensi gangguannya yang makin besar, kebutuhan akan penataan ulang kabel utilitas (rapid) tak bisa lagi ditunda. Penataan ini penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus merapikan wajah ibu kota agar lebih layak huni.
Jakarta tidak akan pernah benar-benar maju selama warganya masih harus menghindari kabel yang membahayakan di jalanan. Saatnya kabel-kabel itu dirapikan, ditanam di bawah tanah, atau setidaknya ditata ulang agar langit Jakarta kembali terlihat bersih dan aman untuk dilalui semua orang.