ASII Tambah Saham AUTO dan PEHA Meraih Laba Rp14,97 Miliar

Selasa, 01 September 2026 | 20:28:38 WIB
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Pasar saham mencatatkan kenaikan IHSG sebesar 0,11% ke posisi 6.525,48 pada akhir perdagangan Senin (31/8). Kenaikan indeks tersebut ditopang oleh saham BBRI yang menguat 1,88%, ADRO naik 6,37%, serta EMAS bertambah 3,23%, di tengah penurunan BYAN sebesar 3,43%, AMMN 1,81%, dan SRAJ 4,86%.

Aksi jual bersih investor asing terus berlanjut di pasar saham. Nilai net sell mencapai Rp710,56 miliar di pasar reguler dan Rp434,25 miliar di seluruh pasar.

Sebanyak delapan dari 11 sektor saham menutup perdagangan di zona hijau. Sektor Industrials memimpin kenaikan hingga 1,46%, sedangkan sektor Healthcare mengalami koreksi terdalam sebesar 1,66%.

Pergerakan bursa global turut menjadi perhatian para pelaku pasar. Indeks Dow Jones melemah 0,70% ke 53.185, S&P 500 tertekan 0,33% ke 7.686, dan Nasdaq turun 0,12% ke 26.370.

Aksi rebalancing MSCI Agustus 2026 berdampak pada tekanan jual asing di saham CPIN dengan net sell Rp681,76 miliar di pasar reguler. Hal tersebut membuat indeks MSCI Indonesia turun 3,74%, sementara ETF EIDO masih sanggup menguat 0,55%.

PT Astra International Tbk (ASII) berencana menggelar aksi Penawaran Tender Sukarela guna memperbesar porsi sahamnya di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Sementara itu, PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan peningkatan kinerja laba sepanjang semester I 2026.

Rencana Penawaran Tender Sukarela atas saham AUTO diumumkan oleh ASII pada 31 Agustus 2026. ASII berniat membeli hingga 238,44 juta saham AUTO atau setara 4,94% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Harga penawaran ditetapkan senilai Rp3.600 per saham, sehingga total transaksi berpotensi menelan dana hingga Rp858,39 miliar. Seluruh dana untuk aksi korporasi tersebut dipastikan berasal dari kas internal ASII.

ASII saat ini menguasai sekitar 3,86 miliar saham AUTO atau porsinya mencapai 80% dari total modal ditempatkan dan disetor. Jika seluruh penawaran terserap, kepemilikan ASII akan membengkak hingga 4,09 miliar saham atau setara 84,94%.

Kondisi tersebut akan membuat porsi saham publik di AUTO tersisa sekitar 15,05%. Langkah Penawaran Tender Sukarela ini dijalankan sesuai ketentuan POJK 54/POJK.04/2015.

PEHA membukukan laba bersih senilai Rp14,97 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini melesat tajam dibanding laba periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,45 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan penjualan serta efisiensi biaya yang sukses dilakukan perusahaan. Penjualan bersih PEHA melesat 5,37% secara tahunan (yoy) menjadi Rp482,85 miliar dari sebelumnya Rp458,22 miliar pada semester I 2025.

Rasio beban pokok penjualan (HPP) berhasil ditekan perusahaan dari 52% menjadi 49%. Keberhasilan efisiensi ini mendongkrak margin laba kotor dari 48,0% menjadi 50,4%.

Dalam hal inovasi produk, PEHA sedang menyiapkan serbuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk perawatan gigi. Produk baru tersebut ditargetkan dapat resmi dipasarkan pada kuartal IV 2026.

Penetrasi pasar ekspor juga terus diperluas oleh Phapros. Pengiriman produk ke Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini telah dijalankan perseroan sejak 2014.

PEHA membidik ekspansi ekspor ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja pada kuartal III dan IV 2026. Perseroan mematok target penjualan dari pasar ekspor sebesar Rp5 miliar.

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) resmi mengoperasikan cabang kedua di Surabaya Barat pada 29 Agustus 2026 untuk memperluas cakupan bisnisnya.

Langkah ekspansi ini diambil setelah kapasitas layanan di cabang Surabaya Timur telah penuh. KAQI mengucurkan belanja modal Rp5,8 miliar dengan skema sewa lahan selama 12 tahun.

Jangka waktu pengembalian modal (payback period) untuk cabang baru ini diperkirakan mencapai 28 bulan. Kedua cabang di Surabaya diproyeksikan menyumbang hingga 10,50% terhadap total pendapatan konsolidasi pada akhir 2026.

Tingginya permintaan layanan kendaraan listrik (EV) menjadi peluang pertumbuhan baru bagi KAQI. Perseroan juga sedang menjajaki kerja sama B2B dengan bank pembangunan daerah di Jawa Timur untuk pengelolaan kendaraan operasional.

Rekomendasi Saham Hari Ini:

ESSA - Buy 640-650 | TP 660-675 | SL 605

IATA - Buy 123-126 | TP 128-131 | SL 116

ELSA - Buy 710-720 | TP 730-740 | SL 675

JSMR - Buy 2930-2960 | TP 3000-3030 | SL 2800

COCO - Buy 104-106 | TP 108-110 | SL 98

Tags

Terkini

Suhu Banjarmasin Capai 36 Derajat, Cuaca Hari Ini Berawan

Sabtu, 19 September 2026 | 06:05:00 WIB

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09:00 WIB

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB

Ide Konten TikTok Affiliate FYP Komisi Besar

Sabtu, 19 September 2026 | 01:47:54 WIB