JAKARTA – Perdagangan saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Agustus 2026 diwarnai oleh debut kuat satu konstituen baru pada kelompok PER terendah.
Pada perdagangan 31 Agustus tersebut, investor asing mencatatkan net jual baik dari sisi volume sejumlah 3,84 miliar saham maupun nilai yang mencapai Rp434,2 miliar.
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menggambarkan berapa kali lipat harga saham jika dibandingkan dengan laba bersih per sahamnya.
Sementara itu, rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham terhadap nilai aset bersih perusahaan per saham.
Pada kelompok saham PER terendah, PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) yang baru pertama kali masuk daftar menggantikan PT Indofood Sukses Makmur langsung mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,87%.
Di sisi lain, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menjadi penurun terbesar yakni 2,61%, lalu disusul PT Aneka Tambang (ANTM) yang melemah 1,90%, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menguat signifikan 2,12%.
Memasuki kelompok saham PER tertinggi, PT Merdeka Copper Gold (MDKA) mengalami penurunan paling dalam pada perdagangan 31 Agustus yaitu sebesar 3,29%.
Pelemahan juga dialami oleh PT Barito Pacific (BRPT) dan PT Indika Energy (INDY) yang masing-masing terkoreksi sebesar 2,46% dan 2,12%.
Adapun PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), PT United Tractors (UNTR), serta PT Bumi Resources (BUMI) tercatat menguat tipis.
Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap menjadi saham dengan PBV terendah di antara seluruh 20 saham gabungan tersebut, yakni 0,37 kali.