JAKARTA – Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diperdagangkan di kisaran 4,7% pada hari Senin (31/8), setelah naik selama tiga hari terakhir berturut-turut. Penguatan imbal hasil obligasi tersebut dipicu oleh pernyataan bernada keras dari pejabat Federal Reserve Kevin Warsh yang mendorong para pedagang untuk meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dalam pidatonya di Jackson Hole pada hari Jumat, Warsh memperingatkan, "laju inflasi tidak melambat secara signifikan dan menegaskan kembali komitmen para pembuat kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pasar kini memperhitungkan adanya peluang sekitar 57% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan September 2026, angka yang meningkat tajam dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya.
Revisi naik yang tidak terduga pada indeks sentimen konsumen University of Michigan turut menopang imbal hasil obligasi AS. Saat ini, para investor mengalihkan perhatian pada laporan ketenagakerjaan bulan Agustus yang akan dirilis hari Jumat untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter AS.