Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya Melalui Transaksi Rp14,57 Triliun

Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya Melalui Transaksi Rp14,57 Triliun
Ilustrasi Frisian Flag (FOTO : NET)

JAKARTA – Produsen susu asal Belanda, Royal FrieslandCampina melalui FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), akan mengambil alih kendali PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) melalui skema tukar guling saham senilai Rp14,57 triliun.

Manajemen ULTJ menyampaikan bahwa sebagai bagian dari rencana tersebut, perseroan akan menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Melalui rights issue, ULTJ akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,88 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per lembar.

Pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama ULTJ saat ini, termasuk Sabana Prawirawidjaja dan PT Prawirawidjaja Prakarsa, akan mengalihkan seluruh hak atas saham baru kepada induk usaha PT Frisian Flag Indonesia (FFI), yakni FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).

Sementara ketiga pemegang saham FFI ini selanjutnya akan mengeksekusi HMETD di ULTJ milik mereka, dengan memberikan setoran non-tunai atau inbreng 24.440 lembar saham FFI kepada ULTJ. Mekanisme ini juga akan menjadikan FFI sebagai anak usaha ULTJ dengan kepemilikan penuh.

Porsi kepemilikan saham FCIH di ULTJ diproyeksikan mencapai 28,95% jika seluruh pemegang saham publik menebus haknya dalam rights issue. Namun jika publik tidak berpartisipasi dalam rights issue, porsi sahamnya berpotensi mencapai 30,81%.

“Pengambilalihan ini diharapkan dapat memperluas portofolio produk olahan susu dan produk minuman siap konsumsi non-susu milik perseroan,” ungkap manajemen ULTJ sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Setelah masuk sebagai pemegang saham pengendali baru ULTJ, FCIH akan diwajibkan menggelar penawaran tender wajib atas sisa saham publik sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara porsi kepemilikan investor publik yang tidak berpartisipasi dalam rights issue ULTJ berisiko mengalami dilusi hingga 43,11%.

Nilai akuisisi saham ULTJ setara dengan 178,24% dari total ekuitas perseroan per 31 Juli 2026, yang tercatat sebesar Rp8,17 triliun. Sehingga transaksi ini masuk dalam kategori material, serta membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Agenda RUPSLB akan digelar pada 27 Oktober 2026, dengan rincian agenda persetujuan rencana rights issue, inbreng saham FFI, perubahan susunan pengurus ULTJ, serta rencana pembagian dividen tunai final.

Menyusul rencana aksi korporasi ini, harga saham ULTJ melesat 11,58% ke Rp2.120 per lembar hingga pukul 14.36 WIB. Namun dalam sepekan terakhir, harga saham perseroan telah naik lebih dari 40%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index