Saham Asia Melemah dan Nikkei Anjlok 4,4 Persen dalam Seminggu

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:04:40 WIB
Ilustrasi indeks saham asia (FOTO : NET)

SEOUL – Sebagian besar indeks saham Asia berada di jalur penurunan mingguan pada Jumat karena tekanan di pasar obligasi global belum mereda. Kekhawatiran inflasi kembali membayangi pasar setelah harga minyak terus menguat.

Di saat yang sama, kebuntuan diplomatik di kawasan Teluk mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam sebulan dan kembali meningkatkan risiko inflasi.

Imbal hasil Treasury AS kembali naik setelah intervensi tak terduga Departemen Keuangan AS pada Rabu hanya mampu meredakan aksi jual selama sekitar satu hari, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kenaikan imbal hasil terjadi meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan "pemerintah dapat meningkatkan pembelian kembali obligasi Treasury dan mempertimbangkan konsolidasi fiskal," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, para analis meragukan pemerintah AS mampu memangkas pengeluaran dalam jumlah yang cukup besar untuk mengurangi defisit anggaran yang mencapai lebih dari 6% terhadap PDB. Beban pembayaran bunga saja diperkirakan mencapai sekitar US$1,2 triliun tahun ini.

Steven Zeng, ahli strategi Deutsche Bank, mengatakan "pasar secara historis cenderung melawan ketika fundamental seperti tingkat utang yang tinggi dan defisit besar menjadi faktor utama," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Steven Zeng, "intervensi lebih lanjut juga dapat menjadi terlalu mahal untuk ditanggung," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Steven Zeng juga memperingatkan "bahwa pendekatan Treasury yang semakin aktif dapat mengikis kredibilitas institusi tersebut apabila mengurangi kepercayaan yang selama ini dibangun melalui kerangka kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Investor menunjukkan keraguan tersebut dengan kembali mendorong imbal hasil obligasi 30 tahun ke sekitar 5,25%, sementara imbal hasil Treasury 10 tahun mencapai 4,71%.

Kenaikan imbal hasil meningkatkan biaya utang di berbagai negara, terutama ketika perusahaan teknologi besar juga meningkatkan pinjaman untuk membiayai investasi kecerdasan buatan. Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan tingkat diskonto terhadap laba perusahaan dan memberikan tekanan terhadap valuasi saham.

Tekanan terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang turun 0,8%, sehingga penurunan sepanjang pekan mencapai sekitar 4,4%.

Saham Korea Selatan dan Taiwan sedikit menguat pada Jumat, tetapi keduanya tetap berada di zona merah secara mingguan. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,5%.

Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 dan DAX sedikit melemah, sementara FTSE futures turun 0,1%.

Di Wall Street, musim laporan keuangan yang kuat memberikan sedikit dukungan. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1%, sedangkan Nasdaq futures menguat 0,2%.

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada Nvidia yang akan merilis laporan keuangan pekan depan. Investor menunggu prospek permintaan infrastruktur dan pendapatan pusat data perusahaan untuk melihat apakah tren investasi AI masih dapat dipertahankan.

Tags

Terkini

Daftar Perlengkapan Camping Pantai Terlengkap dan Praktis

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:21:01 WIB

10 Jalur Trekking Terbaik di Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:16:01 WIB

Tips Liburan Hemat di Sumatera: Panduan Budget Traveler

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:15:01 WIB

Panduan Wisata Kalimantan Timur Terlengkap

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:09:01 WIB