CBDK Lakukan Buyback Saham Rp 250 Miliar di Tengah Penurunan Harga

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:04:40 WIB
Ilustrasi buyback saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Langkah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham dinilai perlu dijalankan dengan cermat. Emiten properti yang berada di bawah naungan Sugianto Kusuma ini kembali merencanakan aksi tersebut saat harga sahamnya sedang mengalami koreksi.

Pelaksanaan buyback saham CBDK dijadwalkan berlangsung dari 20 Agustus 2026 sampai 19 November 2026. Aksi korporasi ini ditujukan guna menekan tekanan jual pada saham CBDK di tengah fluktuasi kondisi pasar.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjaga kepercayaan pemegang saham terhadap nilai fundamental perusahaan. Alokasi anggaran maksimal untuk aksi ini bernilai Rp 250 miliar, yang bersumber dari dana internal dan sudah mencakup biaya transaksi.

“Saldo kas dan bank CBDK masih mumpuni untuk bisa menjalankan buyback saham periode ketiga ini,” kata Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data RTI, pergerakan saham CBDK telah merosot 55,20% secara year to date (YTD). Kondisi serupa dialami induk usahanya, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang tertekan sebesar 51,39% YTD.

Analis dari Tim Research Analyst Magenta Kapital Sekuritas Indonesia menilai, alokasi buyback hingga Rp250 miliar masih tergolong aman bagi likuiditas CBDK. Pada posisi 30 Juni 2026, perseroan mengantongi kas dan setara kas mendekati Rp 3,4 triliun.

“Sehingga nilai maksimal buyback hanya sekitar 7% dari posisi kas, dan current ratio secara proforma masih sekitar 1,47x,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun demikian, kelangsungan buyback ini tetap bergantung pada pengelolaan arus kas. Arus kas operasional perseroan pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp18 miliar, mengalami penurunan 96,8% year on year (YoY) dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp 559 miliar.

“Oleh karena itu, kemampuan CBDK mempertahankan buyback ke depan akan bergantung pada pemulihan cash collection dan operating cash flow, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan proyek,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, penurunan harga saham PANI yang lebih dalam ketimbang emiten properti sejenis terutama dipicu oleh penyesuaian valuasi. Sebelumnya, transaksi saham PANI berada pada posisi premium dengan tingkat price to earnings ratio (PER) yang cukup tinggi dibanding pesaingnya.

Tingginya harga tersebut mencerminkan optimisme investor atas pengembangan kawasan PIK2 serta monetisasi cadangan lahan dalam jangka panjang.

“Ketika sektor properti secara umum mengalami re-rating, saham dengan valuasi premium cenderung mengalami penyesuaian yang lebih besar,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kinerja PANI dan CBDK dinilai memiliki keunggulan pada ekosistem PIK2, skala cadangan lahan, serta penentuan posisi produk yang berada di segmen atas. Hal tersebut menjadikan grup ini mempunyai karakteristik berbeda dari pengembang yang berfokus pada pasar massal.

Ke depannya, pendorong utama kinerja kedua emiten ini akan dipengaruhi oleh peningkatan monetisasi cadangan lahan, pertumbuhan penjualan pemasaran, serta perkembangan pendapatan komersial dan berulang.

“Dengan demikian, prospeknya tetap positif secara jangka menengah, meskipun pemulihan sektor properti secara keseluruhan masih akan sangat bergantung pada perbaikan demand dan kondisi suku bunga,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tim Research Analyst Magenta Kapital Sekuritas Indonesia pun memberikan rekomendasi trading buy untuk CBDK dengan target harga awal Rp 4.400 per saham, sedangkan sikap wait and see disematkan untuk PANI.

Tags

Terkini

Daftar Perlengkapan Camping Pantai Terlengkap dan Praktis

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:21:01 WIB

10 Jalur Trekking Terbaik di Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:16:01 WIB

Tips Liburan Hemat di Sumatera: Panduan Budget Traveler

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:15:01 WIB

Panduan Wisata Kalimantan Timur Terlengkap

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:09:01 WIB