JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi membuka penawaran obligasi ritel berupa sukuk ritel seri SR025 mulai hari ini, Jumat (21/8/2026). Kemenkeu menawarkan dua pilihan seri, yaitu SR025T3 (Tenor 3 Tahun) serta SR025T5 (Tenor 5 Tahun).
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, pemerintah telah menetapkan imbal hasil sebesar 6,8% untuk seri SR025T3 dan 6,9% untuk seri SR025T5.
"Tanggal pembayaran imbalan ditetapkan tanggal 10 setiap bulan," jelas Kemenkeu dalam keterangan resminya Kamis (20/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Proses pemesanan pembelian untuk Sukuk Ritel Seri SR025T3 maupun SR025T5 dilakukan secara online lewat empat tahapan, mulai dari registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, hingga konfirmasi kepemilikan.
Penyampaian pemesanan pembelian tersebut dilakukan menggunakan sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi dan terhubung langsung dengan sistem e-SBN.
"Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online)," jelas Kemenkeu sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Daftar mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah mencakup berbagai Bank Umum, seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank, PT Bank Victoria International, dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk.