Prodia Siapkan Dana Rp150 Miliar Guna Aksi Buyback Saham di BEI

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:45:17 WIB
Ilustrasi buyback saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali merencanakan pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan yang telah dikeluarkan serta tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi ini menjadi kelanjutan program buyback tahun 2025 demi menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar sekaligus memperkuat keyakinan investor pada fundamental serta prospek jangka panjang Perseroan.

Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp150 miliar untuk buyback termasuk biaya transaksi yang seluruhnya diambil dari kas internal. Proses buyback bakal berlangsung bertahap atau sekaligus lewat BEI dengan menyesuaikan kondisi pasar serta aturan yang berlaku.

Rencana tersebut dijalankan berlandaskan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni POJK Nomor 13 Tahun 2023, POJK Nomor 29 Tahun 2023, dan Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 bertanggal 13 Maret 2026. Merujuk regulasi itu, Perseroan dapat mengeksekusi buyback tanpa memerlukan izin terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Penyampaian rencana telah dilakukan lewat Keterbukaan Informasi kepada para pemegang saham, di mana buyback dilaksanakan di BEI paling lama 3 (tiga) bulan sejak 20 Agustus 2026 sampai 19 November 2026.

Direktur Utama Perseroan Liana Kuswandi, menyampaikan bahwa buyback merupakan bagian dari strategi menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. "Sebagai perusahaan dengan fundamental yang kuat, kami memandang buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan Perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang Prodia," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Finance & Sustainability Director yang juga menjabat Corporate Secretary Perseroan, Marina Eka Amalia, menegaskan bahwa pelaksanaan buyback dijalankan terukur dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian pengelolaan keuangan. "Buyback ini didukung oleh kondisi likuiditas, arus kas, dan fundamental Perseroan yang sehat. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja Perseroan yang terus membaik serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Marina menjelaskan bahwa pendanaan buyback sepenuhnya berasal dari kas internal sehingga tidak memengaruhi operasional, rencana ekspansi, maupun pemenuhan kewajiban keuangan Perseroan. Perseroan senantiasa berkomitmen memelihara disiplin keuangan sekaligus memacu pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Tags

Terkini

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09:00 WIB

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB

Ide Konten TikTok Affiliate FYP Komisi Besar

Sabtu, 19 September 2026 | 01:47:54 WIB

Rahasia Strategi Copywriting Penutup Video

Sabtu, 19 September 2026 | 01:41:58 WIB