JAKARTA – Saham SK Hynix dan Samsung Electronics mengalami lonjakan signifikan setelah para pemodal merespons positif program pembelian kembali saham secara rekor oleh SK Hynix. Langkah tersebut memicu ekspektasi bahwa kedua raksasa pembuat chip memori asal Korea Selatan itu akan membagikan imbal hasil yang jauh lebih besar kepada para pemegang sahamnya.
Saham SK Hynix melesat 13,9% menjadi KRW1.708.000, sedangkan Samsung Electronics menguat 9% ke level KRW269.750. Kedua saham tersebut bangkit dengan kuat seusai memimpin penurunan pada sektor semikonduktor di hari Rabu, yang sempat menyeret saham SK Hynix anjlok 9,8% dan Samsung merosot 5,4% saat indeks KOSPI jatuh lebih dari 5%.
Kenaikan tajam saham SK Hynix terjadi setelah manajemen mengumumkan rencana pembelian kembali serta penghapusan saham senilai 40 triliun won ($28,6 miliar) yang dimulai pada hari Kamis. Program tersebut mencakup kurang lebih 24,07 juta lembar saham atau sekitar 3,3% dari seluruh saham beredar, dengan masa pelaksanaan hingga 19 November.
Pihak perusahaan menyebut aksi tersebut sebagai pembatalan saham treasury terbesar yang pernah dicatatkan oleh entitas publik di Korea Selatan.
Selain itu, SK Hynix menaikkan target imbal hasil bagi investor dengan mengalokasikan lebih dari 50% akumulasi arus kas bebas periode 2025–2027 kepada pemegang saham, meningkat dari target lama yang berada "dalam batas 50%" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Manajemen menegaskan bahwa imbal hasil tambahan berupa buyback, pemusnahan saham, maupun dividen bakal dipertimbangkan, dengan detail lanjutan yang rencananya dibeberkan sewaktu pengumuman kinerja keuangan kuartal ketiga.
Momentum eksekusi kebijakan ini sangat krusial karena saham SK Hynix baru saja melewati koreksi harian terparah dalam beberapa bulan terakhir akibat munculnya keraguan pasar atas keberlanjutan tren investasi kecerdasan buatan dan tingginya valuasi sektor semikonduktor.
Melalui pengalokasian dana KRW40 triliun untuk aksi pembatalan saham, SK Hynix secara tidak langsung menegaskan bahwa pelepasan saham sebelumnya telah menekan harga di bawah nilai wajar yang diyakini internal perusahaan.
Perseroan juga berhasil mengantongi kas dalam jumlah besar dari lonjakan permintaan memori AI, dengan posisi kas bersih mencapai sekitar KRW69 triliun pada akhir kuartal kedua.
Di sisi lain, saham Samsung Electronics turut terangkat setelah adanya pemberitaan MoneyToday yang menyebutkan perseroan tengah menyiapkan paket imbal hasil pemegang saham bernilai melebihi 100 triliun won pada akhir bulan ini, termasuk potensi pembagian dividen tunai khusus.
Laporan pada Kamis pagi itu mengungkap bahwa rapat dewan direksi Samsung akan digelar pada Agustus guna menyetujui kebijakan baru tersebut, yang berpotensi menjadi salah satu program imbal hasil terbesar di Korea Selatan, meskipun angka 100 triliun won tersebut belum dikonfirmasi resmi oleh Samsung.
Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari pengumuman pada konferensi pers hasil keuangan kuartal kedua tanggal 30 Juli, saat jajaran direksi dan manajemen menyatakan sedang mendiskusikan opsi imbal hasil pemegang saham tahun ini termasuk dividen khusus, serta berjanji bakal memberikan pembaruan informasi dalam waktu dekat.