Kinerja BAJA Pulih di Semester I-2026 dan Bebas Suspensi Saham

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:50:42 WIB
Ilustrasi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menunjukkan perkembangan positif pada kinerja operasional maupun kondisi keuangan sepanjang semester pertama I-2026.

Perbaikan kinerja ini terlihat dari naiknya hasil penjualan, peningkatan profitabilitas, penguatan ekuitas, serta langkah rights issue yang sedang diproses untuk memperoleh Pernyataan Efektif OJK.

BAJA mencetak penjualan bersih senilai Rp 634,54 miliar pada semester I-2026, atau melonjak sekitar 85,8% (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 341,63 miliar.

Seiring naiknya penjualan, laba kotor perseroan ikut melonjak dari Rp 8,98 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp 50,47 miliar pada semester I-2026, sehingga margin laba kotor naik dari 2,6% menjadi 8%.

Laba usaha perseroan turut membaik dari yang semula rugi usaha Rp 5,01 miliar pada semester I-2025 menjadi laba usaha sebesar Rp 40,89 miliar pada semester I-2026.

Meskipun terbebani biaya keuangan dan rugi kurs, BAJA tetap mencatat laba sebelum pajak Rp 21,09 miliar serta laba bersih Rp 21,33 miliar pada semester I-2026, berbanding terbalik dari rugi bersih Rp 16,53 miliar pada tahun sebelumnya.

"Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas operasional perusahaan telah menunjukkan pemulihan yang nyata dan mulai memberikan kontribusi positif terhadap kondisi keuangan perseroan," ujar Manajemen BAJA dalam keterbukaan informasi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Total ekuitas BAJA per 30 Juni 2026 melesat 100,6% menjadi Rp 42,68 miliar dari Rp 21,28 miliar per 31 Desember 2025, yang utamanya disokong oleh laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp 21,40 miliar.

Total aset BAJA juga tumbuh dari Rp 684,67 miliar per akhir 2025 menjadi Rp 769,45 miliar per 30 Juni 2026, diikuti kenaikan kas dan bank dari Rp 11,35 miliar menjadi Rp 24,21 miliar serta aset lancar dari Rp 538,83 miliar menjadi Rp 620,17 miliar.

Posisi modal kerja perseroan pun membaik dengan penurunan defisit modal kerja dari Rp 116,24 miliar pada akhir 2025 menjadi sekitar Rp 98,22 miliar per 30 Juni 2026.

Selain pemulihan operasional, perseroan tengah menempuh proses rights issue demi memperkuat struktur permodalan sekaligus membenahi kewajiban keuangan.

Langkah ini menyasar kewajiban material kepada pihak berelasi yang mencapai Rp 348,86 miliar per 30 Juni 2026 dan dikategorikan sebagai kewajiban jangka pendek.

Aksi rights issue dirancang untuk mendukung penataan kewajiban tersebut sesuai Rencana Penggunaan Dana dan Mekanisme Transaksi usai pemenuhan seluruh tahapan PMHMETD.

Langkah ini tidak hanya mencari pendanaan, melainkan juga strategi membangun struktur keuangan yang lebih sehat, mengurangi beban jangka pendek, dan menopang keberlanjutan usaha.

Terkait pencabutan suspensi saham, manajemen menyampaikan komitmennya untuk terus melancarkan langkah strategis demi memperkuat fundamental bisnis.

Rencana aksi korporasi tersebut sebelumnya telah diumumkan kepada publik sesuai dengan regulasi pasar modal dan keterbukaan informasi.

"Rencana aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan usaha dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kinerja, fundamental, serta prospek usaha perusahaan ke depan," jelas Manajemen BAJA sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laporan keuangan per Juni 2026 membuktikan adanya pemulihan kinerja yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan bakal konsisten menjalankan strategi bisnis secara prudent dan berkelanjutan, sembari mematuhi prinsip keterbukaan informasi secara berkala.

"Perusahaan mengapresiasi perhatian dan kepercayaan para pemegang saham serta pemangku kepentingan dan akan terus berupaya menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan," tandas Manajemen BAJA sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, harga saham BAJA terkoreksi 9,82% ke posisi Rp 294 per saham pada sesi perdagangan intraday.

Tags

Terkini