JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menghadapi tekanan berat di pasar modal. Penyedia indeks global MSCI memutuskan untuk mengeliminasi saham GOTO dari MSCI Indonesia Index mulai akhir Agustus 2026 lantaran menilai likuiditas saham perseroan sudah sangat rendah dan tidak lagi memenuhi kriteria indeks.
Langkah tersebut menjadi kabar buruk bagi pasar saham domestik, terlebih setelah MSCI sempat membekukan perubahan pada saham GOTO dalam indeksnya sejak Mei lalu. Pada saat itu, MSCI menyoroti isu index replicability atau kemampuan para investor pengikut indeks untuk mentransaksikan saham dalam volume yang memadai.
Tingkat likuiditas GOTO anjlok drastis usai harga sahamnya tertekan sampai menyentuh batas bawah perdagangan. Saham GOTO terpantau mendekam di level Rp 50 per saham sejak pertengahan Mei 2026, yang merupakan patokan harga termurah di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keadaan ini membuat nilai kapitalisasi pasar GOTO menyusut amat tajam. Emiten yang sempat mencatatkan valuasi mendekati US$ 29 miliar tersebut saat ini nilainya hanya menyisa sekitar US$ 3,2 miliar.
MSCI lantas melakukan evaluasi ulang terhadap tingkat likuiditas GOTO pada August 2026 Index Review. Dari hasil peninjauan tersebut, GOTO diputuskan tidak lagi sanggup memenuhi kriteria likuiditas untuk bertahan di dalam indeks.
Kebijakan MSCI ini bakal berlaku efektif pada 1 September 2026 mendatang, berbarengan dengan agenda August Index Review. Dampaknya, keluarnya saham GOTO dari indeks MSCI berisiko kian mengikis daya tarik bagi investor institusi yang memanfaatkan MSCI sebagai panduan investasi.
Para pemodal yang mengekor indeks secara pasif diperkirakan bakal langsung merombak portofolio mereka begitu penyesuaian tersebut resmi berjalan. Sebelumnya, saham GOTO juga telah didepak dari jajaran indeks global FTSE Russell.
Memasuki Juni 2026, FTSE Russell mencoret GOTO dari jajaran seri indeks ekuitas globalnya usai saham perseroan berada di papan pengembangan BEI, yang mana tidak memenuhi kriteria kelayakan FTSE Global Equity Index Series (GEIS).
Tercoretnya GOTO dari daftar MSCI dan FTSE Russell otomatis memperberat beban saham entitas teknologi tersebut. Permasalahannya kini bukan sebatas penurunan harga saham semata, melainkan juga kian minimnya likuiditas yang membuat sahamnya sukar diperjualbelikan dalam jumlah besar oleh investor institusional.
Pihak MSCI sebetulnya sudah memberi isyarat awal bahwa jika GOTO tak sanggup memenuhi standar likuiditas pada evaluasi Agustus, maka saham tersebut bakal langsung dikeluarkan dari indeks. Hingga berita ini dipublikasikan, manajemen GoTo belum menyampaikan tanggapan resmi mengenai keputusan MSCI tersebut.