Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 7 Agustus 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:34:50 WIB
Ilustrasi saham indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Agustus 2026 didominasi oleh penguatan yang meluas.

Setelah melakukan aksi jual bersih pada perdagangan sebelumnya, investor asing kini berbalik melakukan aksi beli bersih secara besar-besaran, baik dari segi volume (249,5 juta saham) maupun nilai (Rp1,24 triliun).

Rasio price earning ratio (PER) mencerminkan berapa kali lipat harga saham jika dibandingkan dengan laba bersih per sahamnya.

Sementara itu, rasio price to book value (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih per saham yang dimiliki perusahaan.

Di kelompok saham dengan PER terendah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,60%, yang kemudian disusul oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan penguatan 2,41%.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi dua saham yang mengalami penurunan, sedangkan delapan saham lainnya berhasil menguat.

Di sisi lain, PT Indika Energy Tbk (INDY) melonjak hingga 5,88%, yang menjadi kenaikan paling tinggi di antara seluruh 20 saham gabungan tersebut.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga menguat signifikan, masing-masing naik sebesar 4,47% dan 3,77%.

Saham MBMA pun berhasil berbalik arah ke zona hijau setelah pada perdagangan sebelumnya sempat melemah.

PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi satu-satunya saham yang melemah di kelompok ini dengan penurunan 0,53%, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) bertahan dengan status PBV terendah dari seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,35 kali.

Tags

Terkini