Produsen Robot Unitree Patok Harga IPO 150,8 Yuan dan Valuasi Rp146 Triliun

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:45:16 WIB
Ilustrasi robot humanoid (FOTO : NET)

JAKARTA – Produsen robot asal China, Unitree, mematok harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar 150,8 yuan atau setara US$22,34 per saham di Shanghai. Penetapan harga ini mendorong valuasi perusahaan mencapai kisaran 61 miliar yuan atau setara US$9,04 miliar.

Melalui aksi korporasi tersebut, Unitree yang memiliki nama lain Yushu Technology membidik perolehan dana sebesar 6,1 miliar yuan atau senilai Rp14,8 triliun. Angka valuasi ini melampaui target sebelumnya yang berada di kisaran 50 miliar yuan.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Shanghai pada Kamis (7/8), Unitree bakal melepas 40,45 juta saham baru atau setara 10% dari total modal disetor pasca-IPO lewat STAR Market. Langkah ini akan menjadikan Unitree sebagai pembuat robot humanoid pertama yang melantai di bursa China daratan.

Pelaksanaan IPO ini berlangsung di tengah memanasnya perselisihan perdagangan dan teknologi antara Amerika Serikat dan China. Pembatasan anyar terhadap robot humanoid serta robot berkaki empat asal luar negeri menjadi bagian dari langkah Washington dalam memperketat akses perusahaan China ke pasar maupun teknologi AS.

Sebagai balasan, China menerapkan batasan ekspor hingga sanksi kepada beberapa entitas dari AS. Perusahaan yang bermarkas di Hangzhou ini berniat memakai dana hasil IPO guna membiayai pengembangan perangkat keras dan lunak robot, peluncuran produk anyar, serta pembangunan fasilitas produksi.

Perusahaan AI asal China, DeepSeek, turut masuk sebagai salah satu investor strategis dalam IPO Unitree. Merujuk pada prospektus IPO, hasil penjualan Unitree di pasar AS menyumbang 13,3% bagi total pendapatan perusahaan pada tahun lalu.

Pihak perusahaan memberikan peringatan bahwa kebijakan tarif AS, restriksi pembelian oleh pemerintah, kontrol ekspor, hingga pembatalan izin dapat menghambat pertumbuhan bisnis global dan mengganggu pasokan komponen dari luar negeri. Kendati demikian, pendapatan total Unitree sempat melonjak lebih dari empat kali lipat mencapai 1,7 miliar yuan pada 2025.

Penjualan robot humanoid menorehkan angka 867,8 juta yuan dan untuk pertama kalinya menggeser posisi robot berkaki empat sebagai lini bisnis terbesar perusahaan. Namun, laju pertumbuhan Unitree terindikasi mulai melambat pada tahun ini.

Pendapatan pada kuartal I 2026 tercatat naik 68,5% menjadi 422,8 juta yuan. Sebaliknya, laba setelah mengecualikan pos-pos nonberulang tergerus 52,6% menjadi 40,3 juta yuan akibat pembengkakan biaya penelitian, pengembangan, dan pemasaran.

Tags

Terkini