Kontrak Berjangka Dow Jones Melemah Jelang Data NFP AS

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:45:16 WIB
Ilustrasi Kontrak Berjangka Dow Jones Melemah (FOTO : NET)

JAKARTA – Kontrak berjangka Dow Jones mengalami penurunan tipis karena para investor memilih bersikap hati-hati sambil menanti rilis data Nonfarm Payrolls Juli untuk panduan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Keraguan terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz serta perpanjangan operasi Arab Saudi terhadap kelompok Houthi telah menggoyahkan stabilitas pasar.

Bursa Wall Street melemah semalam akibat kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi serta ancaman kenaikan suku bunga The Fed mendatang.

Kontrak berjangka Dow Jones terkoreksi tipis 0,04 persen dan diperdagangkan di kisaran 53.990 pada sesi perdagangan Eropa hari Jumat. Pada saat yang sama, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,07 persen ke dekat 7.740 dan kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat 0,29 persen mendekati level 29.570.

Kontrak berjangka saham AS bergerak bervariasi lantaran investor mengambil langkah antisipatif sebelum rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juli. Para pelaku pasar mengamati kondisi pasar tenaga kerja demi memperoleh sinyal yang lebih pasti terkait arah keputusan kebijakan moneter The Fed.

Stabilitas pasar terganggu akibat meningkatnya keraguan publik seputar pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz. Selain itu, kondisi geopolitik kian memanas setelah The Guardian melaporkan bahwa Arab Saudi berniat memperpanjang operasi militer terhadap kelompok Houthi demi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pascaserangan di provinsi Najran.

Sementara itu, parlemen Iran tengah mengkaji rancangan regulasi untuk melarang melintasnya kapal AS dan Israel, menetapkan denda kargo 20 persen bagi negara lawan, serta membatasi koridor tersebut sampai blokade AS dicabut.

Pada sesi reguler perdagangan AS hari Kamis, indeks-indeks utama mengalami pullback secara menyeluruh. Indeks Dow Jones mencatatkan penurunan terbesar yakni 0,85 persen, sedangkan S&P 500 melemah 0,18 persen dan Nasdaq Composite terkikis 0,06 persen.

Pelemahan pasar ini didorong oleh lonjakan kembali harga minyak yang membangkitkan kekhawatiran inflasi sekaligus memicu spekulasi kenaikan suku bunga The Fed bulan depan. Walaupun timbul kekhawatiran tersebut, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September melunak ke angka 54,5 persen dari posisi 67,0 persen pada pekan sebelumnya.

Terkini