Saham Inggris Naik Tipis dan Lloyds Peringatkan Tekanan KPR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:45:16 WIB
Ilustrasi saham inggris (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham-saham Inggris bergerak menguat tipis pada hari Jumat akibat gangguan pelayaran di Teluk yang menahan harga minyak tetap tinggi. Pada saat yang sama, Lloyds memperingatkan bahwa suku bunga KPR kembali mengalami peningkatan menyusul terjadinya eskalasi di Timur Tengah.

Per pukul 14:30 WIB, FTSE 100 tercatat naik 0,22 persen, sementara DAX Jerman menguat 0,33 persen dan CAC 40 Prancis terangkat 0,26 persen. Di pasar mata uang, pound sterling melemah terhadap dolar AS dengan penurunan GBP/USD sebesar 0,07 persen ke level 1,3449.

Data terkini menunjukkan penurunan tajam pada lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Berdasarkan data Kpler, hanya 33 kapal yang melintas sejak hari Senin hingga Kamis, turun signifikan dari 50 kapal pada pekan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, hanya enam kapal tanker minyak mentah yang tercatat keluar dari selat pekan ini. Meskipun demikian, lalu lintas kapal melalui jalur Bab al-Mandeb justru meningkat menjadi 26 kapal pada hari Kamis yang mengindikasikan adanya pengalihan rute pelayaran.

Tekanan pada kawasan ini terjadi setelah munculnya ledakan di dekat Pulau Qeshm pada Kamis malam. Kantor berita Fars mengaitkan peristiwa tersebut dengan laporan adanya serangan.

Perkembangan kondisi geopolitik ini mendorong harga Brent melonjak hampir 4 persen pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga tersebut terus berlanjut dan kembali menguat pada perdagangan hari Jumat.

Dari sudut pandang diplomatik, situasi di kawasan tersebut dinilai masih sangat beragam. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh pihak Washington sedang menjalankan diplomasi sandiwara.

Mohit Kumar, seorang analis di Jefferies, memperingatkan bahwa pasar berpotensi menjadi tidak sensitif terhadap situasi Timur Tengah selama harga minyak bertahan di sekitar atau di bawah $80. Ia juga mencatat bahwa fundamental ekonomi yang lebih luas masih berada dalam kondisi solid.

Namun, ia menyoroti imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun yang mendekati 4,70 persen sebagai kekhawatiran terbesar bagi pasar. Menurutnya, harga minyak di kisaran $75-$80 yang berada 25 persen-30 persen di atas level sebelum perang akan memengaruhi inflasi secara global.

Kumar menambahkan bahwa kesepakatan antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz tidak mungkin memuaskan pihak Washington. Hal tersebut dikarenakan kesepakatan itu secara efektif menyerahkan kendali selat sepenuhnya kepada pihak Iran.

Sementara itu, munculnya laporan bahwa Teheran ingin melarang kapal-kapal AS dan Israel melewati selat menunjukkan bahwa kami masih jauh dari tercapainya sebuah kesepakatan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara terpisah, pihak Washington kemungkinan perlu berkompromi dengan Teheran guna membuka kembali akses Selat Hormuz. AS secara tegas menolak kesepakatan yang memberi Iran kendali atau hak pemungutan biaya, sedangkan Iran bersikeras mempertahankan pengaruhnya.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa sejumlah stok amunisi AS berada dalam kondisi sedikit lebih ketat dibandingkan yang lain. Meski demikian, ia menepis laporan yang menyebutkan bahwa pasokan amunisi telah menguras secara signifikan akibat perang selama lima bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan terpisah mengenai tekanan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Namun, laporan terkait tekanan isu amunisi tersebut telah dibantah oleh pihak Gedung Putih.

Di ranah domestik, Indeks Harga Rumah Lloyds mencatat bahwa harga rumah di Inggris tidak mengalami perubahan atau berada pada level 0,0 persen pada bulan Juli. Angka ini menyusul kenaikan sebesar 0,2 persen pada bulan Juni dengan rata-rata harga properti mencapai £299.253.

Pertumbuhan tahunan sektor properti melambat menjadi 0,1 persen. Catatan ini menjadi laju pertumbuhan paling lemah yang terekam sejak November 2023.

Pasar perumahan Inggris tetap stabil pada bulan Juli, dengan harga properti rata-rata yang praktis tidak berubah sepanjang bulan sebagaimana dilansir dari berita sumber. Amanda Bryden selaku Kepala Divisi KPR di Lloyds juga menambahkan bahwa suku bunga KPR kembali naik tipis setelah sempat mereda di awal musim panas menyusul eskalasi di Timur Tengah sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pergerakan harga minyak melanjutkan tren kenaikannya di pasar global. Minyak mentah Brent tercatat naik 0,70 persen ke level $83,08 per barel, sementara jenis WTI menguat 0,36 persen menuju level $77,57.

Aset lindung nilai juga mengalami penguatan yang cukup signifikan. Kontrak berjangka emas meningkat 1,04 persen ke $4.345,47, sedangkan harga emas spot terangkat 1,1 persen ke level $4.286,50 akibat tingginya permintaan aset safe haven.

Tags

Terkini