JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melepas hingga 9,63 miliar saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) mulai 10 Agustus 2026. Aksi korporasi ini dilaksanakan guna mematuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait batas waktu pengalihan saham buyback maksimal tiga tahun setelah periode pembelian usai.
Perseroan akan memindahtangankan maksimal 9.631.904.000 unit saham atau setara paling banyak 5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Porsi tersebut merupakan sisa saham yang belum dialihkan merujuk pada pengumuman keterbukaan informasi tertanggal 25 Juli 2024.
"pengalihan saham treasuri akan dilakukan melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek Indonesia mulai 10 Agustus 2026 hingga seluruh proses selesai. Pelaksanaan aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku." kata Direktur Dian Swastatika Sentosa, David Fernando Audy dalam keterbukaan informasi di Kamis (6/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Guna memuluskan transaksi penjualan saham tersebut, DSSA resmi menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai perantara pedagang efek.
Mengenai patokan harga penjualan, perseroan bakal menyesuaikannya dengan regulasi perundang-undangan di ranah pasar modal.
Langkah ini adalah kelanjutan dari program buyback yang rampung pada September 2023, saat perseroan menyerap 154.105.327 saham sebelum pemecahan nilai nominal saham (stock split).
Pasca buyback tersebut, DSSA telah memecah nilai nominal saham sebanyak dua kali, yakni rasio 1:10 pada 2024 serta rasio 1:25 pada 2026.
Sampai 13 Juli 2026, DSSA merealisasikan pelepasan 24.815.000 saham sebelum stock split kedua, atau setara 620.375.000 saham setelah penyesuaian stock split 2026. Alhasil, perseroan masih mengapit saham treasuri mencapai 37.905.956.750 saham.
Perdagangan Kamis (6/8/2026) mencatat saham DSSA melonjak 12,14% ke level Rp 970 per saham. Kenaikan harga ini memperpanjang tren positif saham DSSA yang melesat 19,02% dalam kurun satu bulan terakhir.