IHSG Sesi 1 Naik 0,71 persen ke Level 6.388,48 pada Jumat 7-8-2026

Jumat, 07 Agustus 2026 | 19:31:46 WIB
Ilustrasi saham indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan sepanjang sesi pertama perdagangan Jumat (7/8/2026). Pergerakan ini ditopang oleh sentimen domestik yang positif pascarilis data cadangan devisa di tengah kehati-hatian bursa Asia menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data RTI hingga pukul 11.30 WIB, IHSG menguat 0,71% atau 44,772 poin menuju posisi 6.388,483.

Tercatat ada 338 saham yang menguat, 247 saham melemah, serta 204 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 23,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,8 triliun.

Sektor indeks secara keseluruhan berada di area hijau. IDX Infrastructure mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,17%, diikuti IDX Property 1,55%, dan IDX Basic 1,11%.

Saham-saham yang menjadi top gainers dalam indeks LQ45 yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) naik 16,32% ke Rp 2.210, PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 6,27% ke Rp 2.710, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 5,66% ke Rp 560.

Sementara itu, saham top losers di LQ45 terdiri dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 3,55% ke Rp 1.630, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melemah 1,05% ke Rp 1.415, serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi 0,94% ke Rp 525.

Perkembangan dari dalam negeri mencatat Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 mencapai US$ 145,3 miliar. Posisi tersebut turun tipis dibandingkan akhir Juni 2026 sebesar US$ 145,6 miliar, namun realisasinya tetap sesuai ekspektasi pasar.

"Perkembangan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi eksternal, bursa saham Asia cenderung bergerak mendatar karena para investor bersikap menanti rilis data ketenagakerjaan AS yang akan memengaruhi arah suku bunga The Fed bulan depan.

Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang terpantau mendatar dan mencatat penurunan mingguan sebesar 0,4%.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,9% tetapi tetap di jalur penguatan mingguan sekitar 1,2%. Adapun indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,5% dan terkoreksi 5% sepanjang pekan, menandai penurunan dalam tujuh pekan berturut-turut.

Sementara itu, harga minyak dunia kembali menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut menjadi perhatian pelaku pasar global.

Tags

Terkini