JAKARTA – Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II/2026. Capaian Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut berhasil melampaui perkiraan para pelaku pasar.
Berdasarkan laporan riset harian BRI Danareksa Sekuritas, capaian pertumbuhan ekonomi di paruh kedua tahun ini melampaui proyeksi konsensus pasar yang sebesar 5,10% YoY.
Meskipun sukses melebihi perkiraan, laju ekspansi ekonomi nasional ini mencatatkan perlambatan dibandingkan kuartal I/2026 yang sempat menembus 5,61% YoY atau rekor tertinggi sejak kuartal III/2022.
Pihak BRI Danareksa juga mengungkapkan bahwa angka pertumbuhan pada kuartal II/2026 menjadi laju tahunan terendah sejak kuartal III/2025, yang menandakan terjadinya penyesuaian aktivitas ekonomi nasional.
"Data ini menunjukkan fundamental ekonomi domestik masih cukup solid, meskipun momentum pertumbuhan mulai mengalami normalisasi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Publikasi data PDB yang berada di atas ekspektasi pasar langsung direspons positif oleh pergerakan pasar keuangan dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,74% atau terangkat ke level 6.363,01 pada penutupan sesi I, dengan rincian 436 saham menguat, 179 saham melemah, dan 172 saham stagnan.
Laju positif IHSG tersebut disokong oleh performa solid dari sejumlah sektor unggulan. Sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,34%, diikuti sektor kesehatan yang melonjak 1,94%, serta sektor properti yang meningkat 1,84%.
Selaras dengan tren IHSG, nilai tukar rupiah juga mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda tercatat menguat 0,57% atau naik 103 poin ke level Rp17.924 per dolar AS pada sesi perdagangan siang.
Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengabarkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal II/2026 tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi pada triwulan II/2026 bila dibandingkan dengan triwulan II/2025 atau secara year on year tumbuh 5,29%," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Secara kuartalan (quarter-to-quarter/QoQ), pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 3,73% dibandingkan kuartal I/2026. Sementara itu secara kumulatif, PDB nasional tumbuh 5,45% jika dibandingkan dengan semester I/2025.
Meskipun laju pertumbuhan ini cenderung melambat apabila dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2026 yang mencapai 5,61% YoY, capaian 5,29% ini terbukti berhasil melampaui perkiraan konsensus pasar.