Saham BUMI Laris Manis Usai Rilis Lapkeu Semester I/2026, Cek Prospeknya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:47:14 WIB
Ilusrasi saham bumi (FOTO: NET)

JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham paling laris manis dalam sesi perdagangan pada Rabu (5/8/2026).

Hingga pukul 14:15 WIB, nilai transaksi saham BUMI telah menembus Rp464,21 miliar berdasarkan data di laman Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pergerakan harga saham BUMI menguat 3,57% ke level Rp174 pada awal sesi kedua perdagangan hari ini.

Bumi Resources mencatatkan lonjakan kinerja keuangan semester I/2026 dengan laba bersih yang melesat 188% secara tahunan.

BUMI mengantongi laba bersih entitas induk sebesar US$58,9 juta atau setara Rp1,05 triliun pada semester I/2026.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi sempat merekomendasikan saham BUMI seiring pemulihan kinerja operasional di semester II/2026.

Wafi menyatakan bahwa BUMI berhasil meningkatkan volume produksi serta penjualan meskipun harga jual rata-rata mengalami penurunan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Manajemen BUMI menjelaskan bahwa kinerja positif ini dipicu oleh pertumbuhan volume produksi, efisiensi penambangan, serta perbaikan ASP batu bara.

Pada semester I/2026, BUMI memproduksi batu bara sebanyak 38,5 juta ton atau tumbuh 7,1% secara tahunan.

Volume penjualan batu bara turut melesat 11,7% YoY menjadi 38,8 juta ton pada periode yang sama.

Harga jual rata-rata batu bara BUMI mengalami kenaikan 2,6% YoY menjadi US$62,9 per ton dengan rasio kupasan tanah yang membaik ke 7,5x.

Realisasi penjualan sebanyak 38,8 juta ton tersebut dinilai masih konsisten untuk mencapai target tahunan perseroan.

BUMI mempertahankan target volume penjualan sepanjang 2026 pada kisaran 82 juta hingga 84 juta ton dengan perkiraan biaya produksi US$42—US$44 per ton.

Selain itu, perseroan terus mempercepat strategi diversifikasi ke sektor pertambangan non-batu bara untuk memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.

Tags

Terkini