Saham AGAR dan ALKA Masuk Daftar HSC BEI dengan Kepemilikan 98 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:47:14 WIB
Ilusrasi bursa efek indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) serta PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) terdaftar dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi.

Direktur BEI Yulianto Aji Sadono memaparkan bahwa pemberian status HSC tersebut dihitung memakai metodologi struktur kepemilikan saham, baik warkat maupun tanpa warkat.

"Pengumuman HSC ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal," ujar Yulianto Aji Sadono dalam pengumuman BEI, Rabu (5/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Merujuk pada pengumuman itu, sekumpulan pemegang saham secara gabungan memegang 99,32% dari seluruh saham AGAR. Di sisi lain, kepemilikan saham ALKA turut mengelompok, dengan beberapa pemegang saham menguasai 98,21% dari keseluruhan saham perusahaan.

Secara rutin, BEI melakukan pembaruan daftar saham berstatus HSC demi menjaga transparansi informasi bagi para investor.

Penetapan predikat tersebut didasarkan pada metode perhitungan struktur kepemilikan saham dan bukan berarti menandakan adanya pelanggaran aturan di sektor pasar modal.

Sebelumnya, sampai pertengahan Juli 2026, tercatat ada 51 emiten yang masuk daftar HSC dengan tingkat kepemilikan oleh kelompok pemegang saham tertentu melebihi 90%. Di sisi lain, terdapat satu emiten yang sudah lepas dari daftar tersebut.

Pada daftar itu, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) tercatat sebagai emiten dengan tingkat pemusatan kepemilikan paling tinggi yang mencapai 99,99%. Urutan selanjutnya ditempati PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebesar 99,96%, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) yang sama-sama berada di angka 99,95%, lalu PT Golden Flower Tbk. (POLU) sebesar 99,94%.

Di samping itu, beberapa emiten lain yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi mencakup PT Bank Permata Tbk. (BNLI) senilai 99,92%, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI) 99,91%, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY) 99,84%, PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN) 99,78%, PT FAP Agri Tbk. (FAPA) 99,77%, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) 99,21%, serta PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) sebesar 99,14%.

Daftar HSC tersebut juga memuat sejumlah emiten dengan kapitalisasi besar, misalnya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) dengan angka kepemilikan 93,83%, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebesar 98,50%, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 97,31%, dan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) sebesar 96,70%.

Tags

Terkini