JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan hari ini berkat meningkatnya optimisme pelaku pasar menjelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2026.
Walaupun laju ekonomi diproyeksikan sedikit melambat dari kuartal sebelumnya, kondisi fundamental dalam negeri dinilai tetap kokoh untuk menyokong laju pasar saham.
Tim analisis Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG mempunyai kesempatan untuk menguji kisaran resistance 6.370 sampai 6.400, dengan titik pivot di 6.300 dan support pada 6.250.
"Investor akan menantikan data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga IHSG akan uji resistance, di level 6.370 -6.400," tulis tim riset Phintraco, Rabu (5/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Faktor pendorong utama pasar hari ini berasal dari publikasi angka pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II/2026. Ekspektasi pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi melambat ke kisaran 5,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya 5,61% pada kuartal I/2026.
Estimasi ini selaras dengan temuan survei BIG Consensus Insights dari DataIndonesia, yang merupakan bagian riset Bisnis Indonesia Group (BIG). Berdasarkan survei kepada 14 ekonom dan analis, angka median proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2026 berada pada 5,09% YoY dan 3,49% secara kuartalan (QoQ).
Data ini memperlihatkan pertumbuhan ekonomi masih bertahan di atas angka 5%, walau melambat bila dibandingkan dengan 5,61% YoY di kuartal I/2026. Di sisi lain, secara kuartalan kinerja ekonomi diprediksi menguat dibandingkan hasil kontraksi 0,77% QoQ di kuartal sebelumnya.
Selain data statistik ekonomi, tim riset Phintraco mengungkapkan bahwa investor turut memantau agenda pemerintah dalam memberikan insentif lanjutan bagi industri kendaraan listrik.
Pemerintah berencana mengucurkan kemudahan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) mencapai 100% atas PPnBM kendaraan listrik serta stimulus hingga 40% bagi model spesifik.
Langkah ini dipandang sanggup menggenjot adopsi kendaraan listrik domestik sekaligus memangkas ketergantungan terhadap bahan bakar minyak impor. Akan tetapi, persaingan bisnis otomotif diprediksi akan makin ketat, terutama bagi produsen kendaraan berbahan bakar fosil.
Berkat perpaduan sentimen positif berupa pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5%, sokongan konsumsi serta investasi dalam negeri, hingga insentif sektor kendaraan listrik, pasar menilai peluang IHSG menuju level psikologis 6.400 masih terbuka lebar.
Phintraco Sekuritas menyarankan beberapa saham yang layak dicermati oleh para investor, antara lain PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), serta PT Bank Jago Tbk. (ARTO).