Pemerintah Serap Lelang SUN Rp32 Triliun dari Penawaran Rp70,72 Triliun

Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:24:38 WIB
Ilusrasi Layar menampilkan aplikasi yang menjual Surat Utang Negara (FOTO: NET)

JAKARTA – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp32 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (4/8/2026). Nilai tersebut diperoleh di tengah tingginya minat investor yang tercermin dari total penawaran masuk mencapai Rp70,72 triliun.

Berdasarkan keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, lelang SUN dilakukan melalui sistem Bank Indonesia dengan menawarkan sembilan seri, yakni SPN01260905, SPN12261105, SPN12270805, FR0110, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.

Total penawaran yang masuk mencapai Rp70,719 triliun. Penawaran terbesar berasal dari seri FR0110 sebesar Rp34,4935 triliun, diikuti FR0108 senilai Rp10,1515 triliun, FR0106 sebesar Rp8,0173 triliun, serta SPN12270805 Rp5,320 triliun.

Selanjutnya, SPN12261105 Rp2,676 triliun, SPN01260905 Rp2,205 triliun, FR0105 Rp1,9085 triliun, FR0107 Rp1,725 triliun, dan FR0102 Rp1,725 triliun.

"Sesuai dengan kewenangan Menteri Keuangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, pemerintah menetapkan total nominal yang dimenangkan sebesar Rp32 triliun," tulis keterangan resmi DJPPR Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Alokasi tersebut terdiri atas SPN01260905 Rp1 triliun, SPN12261105 Rp1 triliun, SPN12270805 Rp5 triliun, FR0110 Rp15,8 triliun, FR0108 Rp3,8 triliun, FR0106 Rp1,2 triliun, FR0107 Rp3,05 triliun, FR0102 Rp400 miliar, dan FR0105 Rp750 miliar.

Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk masing-masing seri yakni SPN01260905 sebesar 6,89%, SPN12261105 7,04%, SPN12270805 7,14975%, FR0110 7,29574%, FR0108 7,31985%, FR0106 7,34985%, FR0107 7,34997%, FR0102 7,36955%, dan FR0105 7,38909%. Seluruh seri akan diselesaikan pada 6 Agustus 2026.

Adapun rasio bid-to-cover berkisar antara 1,06 kali hingga 6,68 kali. Rasio tertinggi tercatat pada seri FR0106 sebesar 6,68 kali, sedangkan seri SPN12270805 membukukan rasio terendah sebesar 1,06 kali.

Sebelumnya, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Deni Ridwan menerangkan bahwa peningkatan minat investor terhadap lelang SBN dapat dibaca sebagai kondisi masih terjaganya kepercayaan investor terhadap pasar surat utang RI.

Kondisi tersebut didorong oleh kondusifitas pasar, tingkat imbal hasil yang lebih kompetitif, hingga profil risiko yang kini telah sesuai dengan ekspektasi investor. Selain itu, tersedianya pilihan seri dan tenor yang beragam juga dinilai memberikan fleksibilitas bagi investor dalam menempatkan dananya.

”Faktor lain yang turut mendukung minat investor adalah ekspektasi terhadap arah suku bunga dan kondisi likuiditas pasar yang semakin longgar,” katanya kepada Bisnis, dikutip Rabu (29/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini