JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat dan berhasil mengukir rekor baru pada perdagangan Selasa (4/8). Kenaikan ini didorong oleh solidnya kinerja emiten berbasis kecerdasan buatan (AI) serta optimisme tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 907,47 poin atau 1,71% ke level 54.085,88. Sementara S&P 500 menguat 136,02 poin atau 1,79% ke 7.736,52, serta Nasdaq Composite melesat 671,10 poin atau 2,59% ke posisi 26.584,99.
Dow Jones berhasil membukukan rekor penutupan tertinggi selama dua hari berturut-turut. Di sisi lain, S&P 500 mencetak rekor penutupan terbarunya sejak 2 Juli.
Sentimen positif pasar terutama dipicu oleh rilis laporan keuangan emiten yang memetik keuntungan dari tren investasi AI. Saham Palantir Technologies melonjak 29,5%, mencatatkan kenaikan harian tertinggi sejak Februari 2024 setelah mengerek proyeksi pendapatan tahunannya.
Caterpillar turut menguat 5,6% usai merevisi naik target pertumbuhan pendapatan tahunan mereka. Produsen alat berat ini terdorong oleh meningkatnya permintaan peralatan pembangkit listrik dan konstruksi pusat data AI.
Penguatan saham Caterpillar menjadi pendorong utama Dow Jones dengan menyumbang sekitar 280 poin. Para investor pada musim laporan keuangan ini sangat mencermati apakah besarnya investasi AI dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sesuai ekspektasi.
Pasar juga mendapatkan dorongan positif dari anjloknya harga minyak mentah yang merosot sekitar 5%. Penurunan terjadi setelah pejabat Qatar menyebut diplomasi penghentian konflik AS-Iran terus berjalan, serta pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai peluang terbukanya kembali Selat Hormuz dalam dua hari.
Koreksi harga minyak tersebut turut meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September mendatang. Mengutip perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga melorot menjadi 56,9% dari posisi sebelumnya sebesar 67,2%.
Melandainya ekspektasi suku bunga ini meluncurkan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) ke level lebih rendah.
"Saya tidak melihat sedikit pun keraguan di kalangan investor, mulai dari pasar minyak, suku bunga hingga saham," kata Chief Investment Strategist sekaligus Founding Partner Cresset Capital Management, Jack Ablin sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Memang laporan keuangan perusahaan cukup mendukung, tetapi kami tidak yakin hanya segelintir laporan keuangan sudah cukup untuk membenarkan rekor baru S&P 500," tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Rally tajam juga melanda saham-saham semikonduktor yang menikmati aliran dana belanja AI. Indeks Philadelphia Semiconductor melesat 6,6% dan memperpanjang penguatan menjadi empat hari beruntun setelah sempat anjlok lebih dari 20% sepanjang Juli.
Sektor teknologi memimpin penguatan di indeks S&P 500 dengan kenaikan mencapai 4,1%.
Secara keseluruhan, kinerja musim laporan keuangan kuartal II-2026 mencatatkan hasil yang solid. Data LSEG menunjukkan dari 304 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan hingga akhir pekan lalu, sekitar 85,2% berhasil mencetak laba di atas ekspektasi analis.
Capaian tersebut melampaui rata-rata historis sebesar 67,5%, dengan seluruh sektor utama di S&P 500 berhasil mencatatkan pertumbuhan laba.