Laba Bersih OMED Melonjak 43,2 Persen Menjadi Rp 221,5 Miliar

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:16:46 WIB
Ilustrasi PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencetak kenaikan laba bersih mencapai 43,2% secara tahunan (year on year/YoY) hingga menyentuh Rp 221,5 miliar pada semester I-2026. Melonjaknya keuntungan ini didukung oleh peningkatan omset, perbaikan margin, serta langkah efisiensi operasional yang terus berjalan.

Berdasarkan laporan perseroan, Minggu (1/8/2026) hasil penjualan bersih OMED merangkak naik 26% YoY menjadi Rp 1,17 triliun dibandingkan Rp 925,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan performa ini dipicu oleh tingginya permintaan untuk beberapa kategori produk unggulan sekaligus perluasan jangkauan distribusi dan jaringan ritel.

Selaras dengan hal itu, perolehan laba usaha terkerek 42,3% menuju Rp 231,5 miliar dari sebelumnya Rp 162,7 miliar. Nilai laba per saham (earnings per share/EPS) pun terangkat sekitar 43% menjadi Rp 8,12 per saham ketimbang Rp 5,68 per saham pada semester I-2025.

Perseroan juga berhasil membukukan kenaikan tingkat profitabilitas. Margin laba kotor terangkat ke angka 35,9% dari 33,8%, margin laba usaha merambat naik ke 19,8% dari 17,6%, dan margin laba bersih menguat ke 19% dari posisi awal 16,7%.

Pihak manajemen memaparkan, penguatan margin ini disokong oleh sumbangan produk bermargin lebih tebal, perbaikan kombinasi produk, laju penjualan yang melampaui pertumbuhan beban usaha, pembukuan keuntungan selisih kurs, serta efisiensi operasional.

Dilihat dari lini produknya, kategori Bioteknologi dan Laboratorium tampil sebagai pendorong pertumbuhan terbesar setelah penjualannya melesat 93,6% YoY. Posisi berikutnya ditempati oleh Barang Medis Habis Pakai (BMHP) yang terangkat 30,2% serta produk Perawatan Luka yang bertumbuh 23,5%.

Di sisi lain, saluran ritel bertindak sebagai segmen dengan akselerasi tercepat. Penjualan dari lini ritel melonjak 35,4% YoY menjadi Rp 135,1 miliar dari Rp 99,8 miliar pada semester I-2025, yang mempertegas besarnya kontribusi lini tersebut pada total pendapatan perseroan.

Menginjak semester II-2026, OMED tetap merasa mantap menatap masa depan industri alat kesehatan dalam negeri biarpun tetap dibayangi dinamika global layaknya gejolak geopolitik, tekanan harga energi, dan dinamika kurs mata uang.

Perseroan memastikan proyeksi capaian kinerja tahun 2026 tetap berjalan sesuai target yang dipatok, yaitu perolehan pendapatan di kisaran Rp 2,3 triliun atau naik 10-15% secara tahunan, margin laba bruto di level awal 30%, hingga torehan penjualan ekspor senilai US$ 1 juta sampai US$ 1,5 juta.

Terkini