Pendapatan Chandra Asri Pacific TPIA Naik 83,6 Persen pada Semester I

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:27:35 WIB
Ilustrasi Chandra Asri Pacific (TPIA) (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan lonjakan pendapatan bersih sebesar 83,6% year on year (yoy) hingga menyentuh US$ 5,3 miliar pada semester I-2026. Namun, torehan bottom line emiten kepunyaan Prajogo Pangestu ini menunjukkan tren sebaliknya.

TPIA mencatatkan penurunan laba bersih setelah pajak mencapai 77,2% yoy menjadi US$ 371,2 juta pada semester I-2026. Sementara itu, perolehan EBITDA perusahaan tergerus 54,5% yoy menjadi US$ 802,6 juta.

Ketimpangan performa bottom line semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh tingginya basis bargain purchase gain dari akuisisi Aster. Apabila keuntungan tidak berulang tersebut dikesampingkan, TPIA tetap membukukan kinerja operasional dan keuangan yang kokoh sekaligus membuktikan ketahanan bisnis utamanya.

Perolehan ini disokong oleh kuatnya platform terintegrasi TPIA di ranah energi, kimia, dan infrastruktur, disiplinnya eksekusi operasional, serta suksesnya integrasi deretan aset strategis.

"Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalannya melalui peningkatan kepemilikan saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp 6 triliun dengan oversubscription, guna meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memperluas akses investor," ungkap Manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Capaian tersebut menegaskan keahlian TPIA yang berkelanjutan dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan dan membangun nilai jangka panjang.

Pada sektor energi, TPIA melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui kelancaran transisi jaringan SPBU Esso dan fasilitas Cold Storage yang mendasari platform mobility untuk mendongkrak efisiensi operasional serta ketahanan rantai pasok hilir.

Sementara itu, fasilitas CSU dan SBM di Pulau Bukom kian mendekati tahap operasional dalam rangka revitalisasi dan integrasi pascaakuisisi Aster. Langkah ini diproyeksikan memberi potensi tambahan EBITDA berkisar US$ 20 juta per bulan mulai kuartal IV-2026 yang akan memperkuat margin TPIA.

Di sektor kimia, TPIA kian memperkokoh platform regional lewat investasi strategis demi meningkatkan kapabilitas hilir. Proyek pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai kemajuan 72% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

TPIA pun mengamankan Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 bernilai US$ 80 juta guna memperbesar kapasitas ekspor, fleksibilitas rantai pasok, serta integrasi operasi Aster di Singapura dengan platform kimia hilir TPIA di Indonesia.

Pada lini Infrastruktur, anak perusahaan TPIA yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terus menjadi pilar utama pertumbuhan jangka panjang Grup. CDIA memperluas jangkauan kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik melalui kerja sama strategis bersama SCG Barito Logistics (SBL) serta Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk mengembangkan layanan penyimpanan ISO tank, dry container, dan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.

Di samping itu, pembangunan fasilitas tangki bitumen CDI sudah mencapai 75%, dan kapal Novah asal Jepang telah merampungkan pelayaran perdana (maiden voyage) serta sukses bersandar perdana (maiden berthing) demi memperkuat jaringan logistik maritim TPIA.

TPIA turut memperkuat platform infrastruktur regional via pembentukan joint venture Aster Power – Sembcorp – CDIA, sedangkan Aster Ports & Terminals resmi beroperasi pada 1 Juli 2026 sebagai platform pelabuhan terintegrasi bagi pihak internal maupun pelanggan ketiga.

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpandangan bahwa penurunan laba bersih TPIA lebih didorong oleh faktor high base effect dari keuntungan akuntansi akuisisi Aster pada periode serupa tahun lalu. Karena itu, penurunan laba bersih tak serta-merta mengindikasikan pelemahan fundamental operasional perusahaan.

Memasuki semester II-2026, Nafan memperkirakan prospek TPIA tetap positif. Peluang kenaikan laba bersih terbuka lebar bila disokong kontribusi penuh aset hasil akuisisi agar sinergi pendapatan dan efisiensi biaya berjalan makin optimal.

Performa TPIA juga berpeluang terangkat seiring membaiknya margin petrokimia apabila selisih harga produk dan bahan baku kembali meluas berbarengan dengan pemulihan permintaan regional. Bertambahnya kontribusi dari bisnis non-petrokimia seperti energi dan infrastruktur turut menjadi sinyal positif diversifikasi pendapatan.

Nafan menambahkan, prioritas TPIA di sisa tahun 2026 adalah memaksimalkan potensi aset yang ada daripada sekadar berfokus pada ekspansi baru. TPIA perlu memastikan integrasi aset berjalan efektif agar sinergi operasional, efisiensi biaya, dan optimalisasi rantai pasok tercapai sesuai target.

Langkah berikutnya, TPIA perlu memacu efisiensi operasional melalui optimalisasi utilisasi pabrik, digitalisasi produksi, serta pengendalian biaya bahan baku dan logistik agar margin tetap stabil di tengah tantangan industri.

TPIA dapat meneruskan diversifikasi bisnis ke sektor yang memiliki pendapatan lebih stabil seperti energi, infrastruktur, dan utilitas. Struktur permodalan serta arus kas juga wajib dijaga tetap sehat di tengah besarnya kebutuhan belanja modal.

Nafan menilai agenda ekspansi tetap krusial, tetapi eksekusi integrasi aset yang diakuisisi memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi.

"Market umumnya akan lebih menghargai keberhasilan perusahaan dalam mengubah akuisisi menjadi pertumbuhan laba dan arus kas yang berkelanjutan dibandingkan sekadar menambah aset baru," jelas dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lantas, Nafan memberikan rekomendasi add untuk saham TPIA dengan target harga di level Rp 2.940 per saham.

Terkini

8 Usaha Sampingan Karyawan Kantor

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:31:01 WIB

Strategi Memanfaatkan Direktori Grosir Online untuk Bisnis

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:43:01 WIB

Panduan Belajar Menulis untuk Pemula dari Nol

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:06:01 WIB

Panduan Belajar Menulis untuk Pemula dari Nol

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05:01 WIB