JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi tiga saham, yakni BULL, MMIX, dan SIMP untuk perdagangan, Senin (27/7/2026).
BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, BULL berhasil breakout dengan resistance 424 yang kini beralih menjadi area support, didukung lonjakan volume yang menguat.
“Buy dengan target kenaikan menuju area 444–454,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Senin (27/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dari sisi kinerja, BULL membukukan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp 239,3 miliar. Angka tersebut naik apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 97,5 miliar.
Selanjutnya, saham MMIX diperkirakan akan mampu rebound dari support-nya. Potensi penguatan lanjutan terbuka dengan target resistance pada 740-785.
Dari kinerja, MMIX membukukan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp 1,5 miliar. Angka ini naik apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 1,2 miliar.
Kemudian, saham SIMP berhasil menuju area resistance 575 yang kini menjadi support baru, mengindikasikan peluang bullish lanjutan.
“Buy dengan target kenaikan menuju area 600–635 selama bertahan di atas 575,” tulis BRI Danareksa Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Adapun harga CPO Malaysia naik ke MYR 4.750 per ton, tertinggi sejak awal April, didorong sentimen positif dari biodiesel, permintaan India, dan kenaikan harga minyak dunia.
IHSG ditutup melemah 1,88% ke level 6.196,43 pada perdagangan Jumat (24/7/2026), dipicu aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.
BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, pelemahan dipengaruhi lonjakan harga Brent yang kembali menembus US$ 100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, serta kebijakan tambahan tarif impor 10% dari Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia. Meski demikian, secara akumulatif IHSG masih mencatatkan kenaikan 0,34% sepanjang pekan lalu.
Pasar pekan ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, yang berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global.
Selain itu, perhatian investor tertuju pada rapat FOMC The Fed, di mana probabilitas kenaikan suku bunga mulai meningkat seiring lonjakan harga minyak dan ketahanan ekonomi AS.
Pelaku pasar juga akan memantau arah kebijakan bank sentral global lainnya, termasuk Bank of England dan perkembangan inflasi di kawasan Eropa, untuk memperoleh gambaran prospek suku bunga global.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.137 dan resistance 6.268. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang rebound masih terbuka,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Senin (27/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global.
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,46% ke level 51.947,2.
Sementara itu, S&P 500 menguat 0,050% ke 7.411,9 dan Nasdaq Composite melemah 0,64% menjadi 24.975,8.