Pasar Saham Dibuka Melemah 0,52 Persen, Saham DSSA dan BBNI Tertekan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15:04 WIB
Ilustrasi: IHSG dibuka melemah 0,52 persen ke level 5.842,58 pada perdagangan Kamis (9/7/2026). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.842,58 pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Penurunan ini dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti DSSA, BBNI, dan BBCA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG terkoreksi sebesar 0,52 persen atau 30,78 poin ke level 5.842,58 sesaat setelah dibuka. Pada awal perdagangan, indeks bergerak di level terendah 5.841,98 dan sempat menyentuh posisi 5.870,64.

Sebanyak 169 saham terpantau menguat, sementara 235 saham terkoreksi dan 216 saham lainnya stagnan. Total kapitalisasi pasar saat ini mencapai Rp10.247,33 triliun.

Beberapa saham berkapitalisasi besar yang mencatatkan penurunan terdalam antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang turun 2,53 persen ke Rp770. Selain itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terkoreksi 1,78 persen ke Rp3.320, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,62 persen ke Rp6.075 per saham.

Penurunan juga dialami PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) sebesar 1,54 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,43 persen, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 1,20 persen. IHSG diperkirakan akan melanjutkan koreksi menuju level 5.850 di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa sebelumnya IHSG ditutup melemah 1,89 persen dengan aksi jual bersih asing senilai Rp674 miliar. Saham-saham yang banyak dilepas asing meliputi BBRI, MAPI, BRMS, AMMN, dan CPIN.

"IHSG hari ini berpotensi melanjutkan koreksi ke level 5.850. Investor perlu berhati-hati jika indeks menembus ke bawah 5.850, karena koreksi bisa berlanjut lebih dalam ke rentang 5.650–5.800," ujarnya dalam riset harian, sebagaimana dilansir dari sumber berita. BNI Sekuritas mematok area support IHSG di level 5.750–5.850 dengan resistance di rentang 5.900–5.950.

Sentimen pasar global juga terpukul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Langkah AS melancarkan serangan udara sebagai balasan atas gangguan kapal komersial di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah global.

Terkini