JAKARTA – PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ASABRI (Persero) melaporkan bahwa rasio klaim untuk program Tabungan Hari Tua (THT) tergolong tinggi pada 2025.
Direktur Utama PT ASABRI Jeffry Haryadi Manullang mengungkapkan bahwa perusahaan telah membayarkan klaim THT sebesar Rp 1,52 triliun pada 2025, sementara pendapatan premi tercatat Rp 1,31 triliun. Hal ini membuat rasio klaim untuk program THT mencapai 115,65 persen pada 2025.
"Rasio klaim yang selama ini menjadi momok di PT ASABRI adalah program THT. Adapun rasio klaimnya berada di atas 100%, yaitu sebesar 115,65%," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR RI, Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Jika ditinjau dari data, rasio klaim program THT tahun 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan realisasi pada 2024. Kala itu, klaim THT yang dibayarkan mencapai Rp 1,42 triliun dengan pendapatan premi Rp 1,27 triliun, sehingga rasio klaimnya sebesar 111,37 persen pada 2024.
Jeffrey merinci, pembayaran klaim program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mencapai Rp 99,69 miliar pada 2025, dengan pendapatan premi Rp 232,49 miliar. Rasio klaim untuk program JKK ini mencapai 42,88 persen pada 2025.
Selain itu, ASABRI mencatat klaim untuk program Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 167,87 miliar pada 2025, sedangkan preminya terkumpul Rp 303,74 miliar. Dengan begitu, rasio klaim program JKM mencapai 55,27 persen.
Mengenai volume klaim, Jeffrey memaparkan total kejadian klaim untuk program THT, JKM, dan JKK mencapai 69.749 kasus sepanjang 2025. Rinciannya meliputi 56.782 klaim THT, 4.519 klaim JKK, serta 8.448 klaim JKM.
Sementara itu, Jeffrey menyatakan bahwa jumlah kepesertaan di ASABRI mengalami pertumbuhan pada 2025. Peserta ASABRI tercatat mencapai 1,55 juta orang pada 2025, yang berarti meningkat 4,78 secara Year on Year (YoY).
Dari total 1,55 juta peserta tersebut, Jeffrey menyebutkan terdapat 1,05 juta peserta aktif dan 500.170 orang peserta pensiun.