JAKARTA – Saham perdana PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) akan tercatat pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia hari ini, Selasa (7/7/2026). Harga saham JECX diprediksi akan mengalami kenaikan karena jumlah peminat penawaran umum perdana atau IPO dari perusahaan pengelola jaringan rumah sakit mata Jakarta Eye Center ini sangat besar.
Harga penawaran umum IPO saham JECX ditetapkan sebesar Rp1.250 per saham. Dengan harga tersebut, nilai emisi IPO JECX mencapai Rp609,98 miliar, yang lebih rendah dari target maksimal sebelumnya sebesar Rp683,17 miliar.
Pada masa penawaran umum, tercatat lebih dari 400.000 investor yang mengantre untuk mendapatkan saham JECX. Biasanya, harga saham IPO cenderung meningkat apabila terdapat antrean yang besar saat proses penawaran umum.
Berdasarkan prospektus, JECX menawarkan sebanyak 487.983.500 saham kepada publik atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Seluruh saham yang ditawarkan tersebut memiliki nilai nominal Rp16 per saham.
Dari total saham yang dilepas, sebanyak 325.322.300 lembar merupakan saham baru, sementara 162.661.200 saham berasal dari divestasi milik pemegang saham Waldensius Girsang. Penjualan saham tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan free float sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan.
Dalam aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pada masa book building periode 22-24 Juni 2026, JECX sempat menawarkan kisaran harga Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham.
Perseroan diperkirakan memperoleh dana sekitar Rp406,65 miliar dari pasar primer, sedangkan hasil divestasi saham mencapai sekitar Rp203,33 miliar. JECX juga menyelenggarakan Program Alokasi Saham Karyawan dengan mengalokasikan sebanyak 11.165.000 saham.
Setelah dikurangi biaya emisi, sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan utang. Sebesar Rp40 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok utang kepada PT Bank Central Asia Tbk, sementara Rp100 miliar dialokasikan untuk pelunasan utang kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Perseroan juga akan menyalurkan dana sebesar Rp185 miliar kepada sejumlah anak usaha. Rinciannya meliputi Rp50 miliar kepada PT Nitra Sanata Bali untuk modal kerja, serta total Rp135 miliar kepada PT Orbita dan PT JEC Candi Sejahtera untuk pembayaran utang kepada PT Bank Central Asia Tbk.
Sisa dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari hingga paling lambat 31 Desember 2027. Melalui langkah IPO ini, JECX menargetkan penguatan struktur permodalan serta peningkatan kapasitas bisnis layanan kesehatan mata di Indonesia.