Simak 10 Saham Top Gainers Pekan Ini, Tiga Emiten Melesat 50 Persen

Senin, 06 Juli 2026 | 13:15:54 WIB
Ilustrasi: Saham COCO mencatat kenaikan harga tertinggi pekan ini sebesar 70,59 persen. (Foto: NET)

JAKARTA – Bursa saham domestik mencatatkan reli yang impresif sepanjang pekan lalu, dengan sebanyak 10 saham mencatatkan posisi sebagai top gainers.

Berdasarkan data perdagangan, sejumlah saham berhasil menorehkan kinerja gemilang dengan kenaikan harga yang sangat signifikan hanya dalam kurun waktu satu minggu.

Bahkan, tiga saham di antaranya sukses meroket dengan apresiasi harga menembus level 50 persen.

Saham COCO memimpin daftar top gainers mingguan dengan lonjakan harga sebesar 70,59 persen, membawa harganya ke level 290,00. Emiten dengan kapitalisasi pasar mencapai 1.032,24 miliar ini menjadi primadona bagi para pelaku pasar selama lima hari perdagangan terakhir.

Di posisi kedua, saham BAPA mengekor ketat dengan kenaikan 58,82 persen, ditutup di harga 378,00 dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 250,15 miliar. Tidak mau kalah, saham BEEF juga sukses mencatatkan apresiasi sebesar 55,73 persen ke level 204,00, didukung oleh kapitalisasi pasar yang mencapai 1.656,53 miliar.

Pergerakan bursa pekan lalu pun semakin semarak dengan performa saham-saham lainnya yang juga mencetak kenaikan impresif.

Salah satunya KOKA yang berhasil menguat 51,69 persen dan kini bertengger di harga 135,00 dengan kapitalisasi pasar 386,28 miliar. Menyusul di belakangnya, SQMI juga mencatat reli sebesar 45,45 persen menuju level 48,00 dengan nilai kapitalisasi 745,80 miliar.

Tidak berhenti di sana, investor juga tampak mengakumulasi saham ASPI hingga melesat 43,75 persen ke level 414,00, sementara TRUS mengikuti dengan apresiasi 43,54 persen di harga 600,00. Kapitalisasi pasar untuk keduanya masing-masing berada di angka 283,10 miliar dan 480,00 miliar.

Menutup daftar kinerja mingguan, RMKO tercatat menguat 39,29 persen ke level 390,00 dengan kapitalisasi pasar 487,50 miliar.

Tren positif juga menyentuh PADI yang naik 39,06 persen ke level 89,00 dengan kapitalisasi 1.006,34 miliar, serta HOPE yang menutup pekan dengan kenaikan 36,00 persen di harga 136,00 dengan kapitalisasi pasar 289,73 miliar.

Peningkatan harga yang signifikan ini mencerminkan tingginya minat beli investor terhadap saham-saham tersebut di tengah dinamika pasar yang terus berkembang. Meski demikian, para investor tetap diingatkan untuk mencermati profil risiko dan fundamental masing-masing emiten di balik lonjakan harga yang tajam ini sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham sepanjang pekan ini periode 29 Juni—3 Juli 2026 ditutup melemah.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan perubahan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup merosot sebesar 0,35 persen.

"Sehingga berada pada level 5.875,780 dari 5.896,134 pada pekan sebelumnya," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami pelemahan sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan lalu.

Selain itu, Kautsar menyampaikan rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan ikut terkapar sebesar 16,71 persen dari 1,73 juta kali transaksi pada minggu lalu menjadi 1,44 juta kali transaksi pekan ini.

Rata-rata volume transaksi harian bursa juga mengalami koreksi ditutup di 17,54 miliar lembar atau menurun 30,35 persen dari 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

"Rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Adapun investor asing pada Jumat, 3 Juli 2026, mencatatkan nilai beli bersih Rp6,08 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp74,42 triliun.

Adapun pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat, 3 Juli 2026, IHSG ditutup menguat sebesar 2,28 persen atau naik 131 poin ke level 5.875.

Sementara itu, seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan data Stockbit, sektor Industrial menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,61 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor Basic industry yang melonjak 3,24 persen, disusul sektor Infrastructure yang menguat 2,24 persen.

Di kelompok sektor lainnya, properti mencatat kenaikan 1,94 persen, diikuti teknologi sebesar 1,76 persen, transportasi 1,65 persen, energi 1,56 persen, non-Cyclical 1,49 persen, keuangan 1,37 persen, serta kesehatan yang menguat 1,01 persen.

Sementara itu, sektor Cyclical membukukan kenaikan paling tipis, yakni 0,83 persen, namun tetap mempertahankan posisinya di wilayah positif.

Terkini