JAKARTA – Pergerakan harga saham blue chip di Bursa Efek Indonesia sepanjang semester satu 2026 masih berada dalam tekanan. Kendati demikian, beberapa analis memandang peluang pemulihan pada semester dua 2026 tetap terbuka jika arus modal asing kembali masuk dan kondisi makroekonomi membaik.
Berdasarkan data perdagangan hingga Jumat (3/7/2026), indeks LQ45 tercatat terkoreksi 31,28 persen secara tahun berjalan. Penurunan tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan yang melemah 32,05 persen pada periode yang sama.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyebutkan indeks LQ45 masih relevan sebagai acuan dalam memilih saham bagi investor yang mengutamakan likuiditas. Namun, investor tetap harus mempertimbangkan fundamental, valuasi, dan tata kelola emiten.
"LQ45 tetap relevan sebagai acuan awal, tetapi bukan satu-satunya filter investasi. Kami mengutamakan saham likuid dengan fundamental kuat dan menghindari value trap," sebagaimana dilansir dari sumber berita.