JAKARTA – PT AKR Corporindo menunjuk Hyundai Industries untuk membangun kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) guna menyokong lini bisnis gas alam cair (liquified natural gas atau LNG). Penunjukan terhadap perusahaan asal Korea Selatan tersebut dieksekusi melalui PT Andalanesa Energi Primer (AEP).
AEP merupakan entitas patungan yang diinisiasi oleh AKRA, PT Arthakencana Rayatama, bersama BW FSRU VII Pte Ltd, di mana AKRA menggenggam 49 persen saham. Kontrak kerja sama antara AEP dan Hyundai Industries resmi ditandatangani pada Selasa (30/6/2026).
Nilai investasi proyek pembuatan kapal FSRU ini menyentuh angka USD 319,69 juta atau setara Rp 5,75 triliun dengan menggunakan proyeksi kurs Rp 18.000 per dolar AS. Mekanisme pembayaran proyek ini akan diselesaikan melalui enam fase sesuai dengan kesepakatan kontrak.
"Penyelesaian pembangunan dan penyerahan FSRU diperkirakan dilakukan pada pertengahan tahun 2029," kata Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo, Rabu (1/7/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Pemilihan Hyundai Industries didasarkan pada reputasi perusahaan asal Ulsan tersebut sebagai salah satu pemain utama di sektor industri alat berat dan galangan kapal global. Hyundai Industries akan menggarap satu unit kapal FSRU dengan kapasitas daya tampung sebesar 170 ribu meter kubik.
AKRA semakin berkomitmen untuk memperluas penetrasi ke bisnis LNG setelah mendirikan AEP pada 26 Juni 2026. Komposisi kepemilikan AEP terdiri dari AKRA sebesar 49 persen, BW FSRU VII Pte Ltd sebesar 49 persen, serta PT Arthakencana Rayatama sebesar 2 persen.
Perseroan memiliki potensi pasar serapan gas yang kuat melalui kawasan industri JIIPE di Gresik, Jawa Timur. Dalam proyek ini, perseroan berkolaborasi dengan BW Group sebagai mitra strategis global karena reputasi matangnya sebagai operator FSRU dan pemain industri LNG dunia.