Darma Henwa Resmi Jadi Kontraktor Utama Tambang Batu Bara di Pulau Laut

Kamis, 02 Juli 2026 | 13:02:53 WIB
Ilustrasi: PT Darma Henwa resmi ditunjuk sebagai kontraktor utama proyek tambang batu bara di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. (Foto: NET)

JAKARTA – Emiten kontraktor pertambangan dari Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), melalui anak usahanya PT DH Kontraktama Batubara (DHKB), berhasil memperoleh kontrak jasa pertambangan senilai US$1,3 miliar atau setara Rp22 triliun. Kontrak ini ditujukan untuk proyek tambang batu bara yang berlokasi di Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menyampaikan bahwa DHKB resmi menyepakati Surat Penunjukan dan Perintah Kerja (SPPK) bersama PT Sebuku Sejaka Coal (SSC) pada 29 Juni 2026. Melalui kesepakatan tersebut, DHKB mendapatkan amanat sebagai kontraktor utama untuk menjalankan operasional penambangan eksklusif pada Area Tambang Pit SSC.

"DHKB dan SSC secara resmi menandatangani SPPK untuk pekerjaan jasa kontraktor utama di Area Tambang Pit SSC yang berlokasi di Pulau Laut, Kalimantan Selatan," kata Mukson sebagaimana dilansir dari sumber berita, Rabu (1/7/2026).

Mukson menjelaskan bahwa DHKB bertindak selaku kontraktor utama yang menjalankan operasional penambangan secara eksklusif. Cakupan kerjanya meliputi perencanaan tambang, pembersihan lahan, pengupasan, pemindahan dan penyimpanan tanah penutup, penambangan batu bara, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Proyek ini ditargetkan berjalan selama lima tahun atau hingga masa izin konsesi selesai. Selama periode tersebut, DHKB diproyeksikan mengelola volume pemindahan tanah (waste removal) hingga 55 juta bcm per tahun dan total produksi batu bara mencapai 5 juta ton per tahun.

Estimasi nilai proyek ini diproyeksikan menembus US$1,3 miliar atau sekitar Rp22 triliun. Mukson menambahkan bahwa penandatanganan SPPK ini akan memberikan dampak positif bagi kondisi finansial serta keberlanjutan bisnis perseroan di masa depan.

"Penandatanganan SPPK tersebut berdampak positif terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan," pungkasnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Terkini