Bisnis Mobil Bekas Caroline.id Dorong Pendapatan ASLC di Kuartal Satu

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:53:55 WIB
Ilustrasi: Penjualan mobil bekas Caroline.id mendorong pendapatan PT ASLC naik 27,5 persen pada kuartal I-2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan peningkatan kinerja pada kuartal I-2026 yang didorong oleh tingginya penjualan eceran mobil bekas selama periode Lebaran. Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, mengungkapkan bahwa momentum tersebut sukses mendukung pendapatan perseroan, khususnya melalui lini bisnis Caroline.id.

"Penjualan ritel mobil bekas Caroline.id pada periode Januari-Maret 2026 mampu memberikan kontribusi sebesar 82,7 persen terhadap total pendapatan ASLC," ujar Jany dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

ASLC yang mengelola bisnis balai lelang JBA, perdagangan mobil bekas Caroline.id, dan jasa pegadaian kendaraan MotoGadai, berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp283,6 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 27,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Capaian positif pada triwulan pertama tahun ini memicu optimisme perseroan untuk melanjutkan tren pertumbuhan pada kuartal II dan kuartal III-2026. Perseroan menilai, peningkatan jumlah pengunjung situs web serta pelanggan yang hadir langsung ke cabang Caroline.id menunjukkan bahwa strategi Online-to-Offline (O2O) memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis.

Selain itu, ASLC konsisten memperkuat strategi branding dengan membangun ekosistem omnichannel otomotif terpadu. Ekosistem ini mengintegrasikan balai lelang JBA, dealer mobil bekas Caroline.id, dan fasilitas pegadaian kendaraan MotoGadai.

"Pertumbuhan yang kumulatif dicapai melalui perluasan jaringan fisik, inovasi digital berbasis data, serta jaminan kualitas layanan kepada pelanggan untuk memperkuat kepercayaan pasar secara berkelanjutan. Dengan demikian, perseroan dapat mengoptimalkan kemampuan dalam menjangkau konsumen," kata Jany sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Perseroan optimistis bahwa kombinasi strategi omnichannel, perluasan jaringan, dan terobosan digital akan menjadi motor penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan. Keyakinan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut hingga sisa tahun 2026.

Terkini