JAKARTA – PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) membukukan nilai penjualan sebesar Rp51,64 miliar dalam tiga bulan pertama 2026, yang tumbuh sekitar 8,2 persen dibandingkan realisasi penjualan pada triwulan I-2025 sebesar Rp47,73 miliar. Segmen Paint, Coating, Ink, Thinner, Plastic & Resin menjadi kontributor terbesar dengan porsi 39,3 persen dari total penjualan, disusul segmen Adhesive, Textile, Rubber, Foam & Sole sebesar 31,2 persen.
Segmen Food & Drink memberikan kontribusi sebesar 11,4 persen, dengan segmen lainnya turut memperkuat struktur pendapatan perseroan.
"Capaian pertumbuhan (penjualan) tersebut menunjukkan aktivitas industri domestik yang terus membaik. Seiring meningkatnya tingkat produksi pelanggan di berbagai sektor, permintaan terhadap bahan baku yang kami distribusikan juga mengalami peningkatan sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan," ujar Direktur Utama KKES, Kiki Rusmin Sadrach, dalam keterangan resminya, Selasa (24/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Kiki menyatakan bahwa pihaknya berhasil menyisihkan laba bruto sebesar Rp7,4 miliar, yang tumbuh 11,8 persen untuk periode yang sama. Laba bersih tercatat sebesar Rp44 juta pada triwulan I-2026, berbalik untung dari posisi rugi sebesar Rp1,42 miliar pada triwulan I-2025.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan tumbuh 6,4 persen secara year-to-date menjadi Rp138,09 miliar dibandingkan Rp129,78 miliar pada akhir 2025. Tren peningkatan ini terutama ditopang oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan yang mencerminkan bertumbuhnya aktivitas penjualan serta kebutuhan modal kerja.
Posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp756 juta atau menurun 17,3 persen dibanding posisi akhir 2025. Penurunan ini sejalan dengan penggunaan modal kerja untuk mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan bisnis selama periode berjalan.
Total liabilitas perseroan meningkat 12,2 persen menjadi Rp75,92 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan liabilitas jangka pendek sebesar 14,1 persen, yang didorong oleh utang bank jangka pendek dan utang usaha.
Liabilitas jangka panjang relatif stabil dengan penurunan 1,9 persen, terutama seiring berkurangnya liabilitas imbalan kerja. Total ekuitas tetap terjaga pada level Rp62,17 miliar, yang mencerminkan fundamental permodalan yang sehat.
Rasio debt-to-equity (DER) tercatat sekitar 1,22 kali, yang masih berada pada tingkat yang dapat dikelola sesuai karakteristik industri distribusi bahan baku dan kimia. "Selain itu, current ratio sebesar 1,62 kali menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetap berada pada level yang sehat," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Berdasarkan tren kinerja positif tersebut, Kiki mengaku optimistis perseroan mampu merealisasikan target kinerja yang telah disusun untuk 2026. Terlebih, per 1 Mei 2026, KKES baru saja ditunjuk sebagai distributor tunggal oleh BASF untuk produk Asam Format di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya.
"Seperti kami tahu, BASF adalah salah satu produsen kimia terbesar di dunia asal Jerman. Di tengah berbagai dinamika global dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta perubahan kondisi pasar, Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan strategi bisnis. Perseroan akan terus memperkuat penetrasi pasar, menjaga efisiensi operasional, serta mengoptimalkan peluang pertumbuhan di berbagai segmen industri," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari sumber berita.