Pendapatan Pertamina Tahun Lalu Capai Rp 1.167,99 Triliun

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:08:38 WIB
Ilustrasi: Pertamina membukukan pendapatan Rp 1.167,99 triliun pada tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memaparkan hasil pencapaian keuangan serta operasionalnya untuk tahun buku 2025. Badan Usaha Milik Negara di sektor energi ini sukses mengantongi laba bersih senilai US$ 3,35 miliar atau berkisar Rp 55,20 triliun sepanjang tahun kemarin.

Pada kurun waktu yang sama, Pertamina mencatatkan perolehan pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar atau berkisar Rp 1.167,99 triliun. Raihan EBITDA perseroan berada di angka US$ 11,43 miliar atau berkisar Rp 188,33 triliun.

Apabila melihat laporan keuangan tahun buku 2025, keuntungan bersih yang didapat Pertamina justru mengalami kenaikan di tengah merosotnya angka penjualan serta pendapatan usaha. Sepanjang tahun kemarin, total nilai penjualan dan pendapatan usaha lainnya mengalami penyusutan sebesar 5,88% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari yang sebelumnya US$ 75,32 miliar menjadi US$ 70,89 miliar.

Kendati demikian, Pertamina sanggup memangkas pos beban pokok penjualan beserta beban langsung lainnya hingga 7,06% (yoy) dari yang sebelumnya US$ 65,24 miliar menjadi US$ 60,63 miliar. Kondisi ini mendongkrak perolehan laba bruto Pertamina sebesar 1,88% (yoy) dari US$ 10,07 miliar menjadi US$ 10,26 miliar.

Pada bagian bottom line, Pertamina membukukan keuntungan tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 3,35 miliar pada 2025. Keuntungan bersih Pertamina ini mengalami pertumbuhan sebesar 7,37% bila disandingkan dengan perolehan sebesar US$ 3,12 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memaparkan bahwa raihan tersebut menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kokoh, sekaligus memperlihatkan efektivitas strategi perusahaan dalam menjaga performa di seluruh lini bisnis energi.

Di samping itu, Pertamina pun menyetor kontribusi kepada negara senilai Rp 360,76 triliun lewat instrumen pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dividen.

Pertamina juga merealisasikan penanaman modal di dalam negeri berkisar USD 5,9 miliar atau setara Rp 97,20 triliun. Capaian lain yang didapatkan adalah penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) senilai Rp 531,5 triliun yang ikut memberikan efek berganda bagi perekonomian domestik.

Untuk performa di sektor hulu, sepanjang tahun 2025 angka produksi minyak dan gas (migas) konsisten terjaga pada level di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sedangkan pada sektor pengolahan, perusahaan mengukir Yield Valuable Product sebesar 83,7% atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2025, fasilitas kilang Pertamina mengolah volume intake hingga mencapai 333 juta barel. Pada sektor hilir, fasilitas kilang Pertamina menyuplai berkisar 70% dari total kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Sementara itu, lini bisnis gas memperlihatkan performa yang positif dengan volume transmisi gas menembus 587 BSCF atau tumbuh sebesar 4% ketimbang tahun sebelumnya, serta volume niaga gas yang stabil pada angka 305 juta MMBTU. Untuk sektor logistik maritim, volume kargo domestik maupun internasional yang berhasil diangkut menyentuh angka 172 juta KL.

Pertamina pun turut memperkuat langkah transisi energi lewat pengembangan sektor energi baru dan terbarukan. Sepanjang tahun 2025, angka produksi listrik menyentuh 8.711 GWh atau naik sebesar 3% dari tahun sebelumnya.

Bukan hanya itu, Pertamina mengimplementasikan beragam program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis yang berhasil memangkas emisi karbon hingga 2,27 juta ton CO2e sepanjang tahun 2025. Langkah tersebut menjadi wujud nyata dari sokongan Pertamina bagi pemenuhan target Net Zero Emission (NZE).

"Capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Simon melalui rilis yang disiarkan pada Rabu (24/6/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Simon menambahkan, perusahaan mengusung pendekatan yang berfokus pada ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan harga (affordability), dan keberterimaan (acceptability) energi bagi masyarakat.

Hasil capaian performa tahun buku 2025 ini sebelumnya telah dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Jakarta pada Selasa (23/6/2026). Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, memberikan apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan sepanjang tahun 2025.

Terkini