Optimisme CBRE Rampungkan Rights Issue Sesuai Jadwal pada Juni 2026

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:42:08 WIB
Ilustrasi Manajemen CBRE optimistis menyelesaikan rights issue sesuai target pada Juni 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) hingga kini masih terus menjalankan proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Emiten tersebut tengah menanti terbitnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Aksi korporasi ini bergulir di tengah momentum membaiknya sentimen pada pasar saham dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami reli penguatan dalam dua hari bursa secara beruntun. Pada penutupan perdagangan hari Rabu (10/6/2026), IHSG melonjak sebesar 2,71 persen atau bertambah 155 poin menuju posisi 5.902.

Para pelaku pasar tengah memperhatikan beberapa faktor yang dipandang menjadi pendorong sentimen positif ini, salah satunya menyangkut kejelasan regulasi pemerintah di sektor pertambangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tempo hari menegaskan bahwa penerapan skema gross split cuma diperuntukkan bagi sektor minyak dan gas bumi, dengan begitu, kebijakan ini tidak memberikan pengaruh bagi sektor mineral dan batu bara.

Di samping itu, para pemodal di pasar saham juga memperhatikan peluang adanya pelonggaran Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara. Kebijakan tersebut diproyeksikan mampu menghadirkan fleksibilitas dalam aktivitas operasional emiten pertambangan. Selaras dengan tren penguatan sentimen itu, harga saham CBRE turut bergerak menguat dalam dua hari perdagangan terakhir. Saat pasar menutup sesi perdagangan pada Rabu (10/6/2026), saham CBRE terangkat 3,70 persen ke harga Rp700 per lembar saham.

Direktur Utama CBRE, Suminto, menuturkan bahwa pihak manajemen sekarang ini tetap berkonsentrasi penuh untuk merampungkan tiap tingkatan rights issue agar selaras dengan regulasi yang sudah ditetapkan.

"Adanya kepastian bahwa sektor minerba tidak terdampak skema gross split serta potensi relaksasi RKAB memberikan keyakinan lebih bagi pelaku industri. Dengan dukungan kondisi pasar yang membaik, kami optimistis proses rights issue CBRE dapat terlaksana sesuai target," ujar Suminto dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Beraneka ragam dinamika regulasi di bidang pertambangan ini memiliki peluang untuk menjadi stimulus positif bagi masa depan industri tersebut. "Namun, pelaksanaan rights issue tetap bergantung pada penyelesaian proses perizinan dan persetujuan regulator," lanjutnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak manajemen CBRE menjabarkan bahwa agenda rights issue ini memakai basis laporan keuangan per Desember dalam mengeksekusi aksi korporasinya. Perusahaan memasang target agar tahapan rights issue ini bisa tuntas pada Juni 2026, asalkan surat pernyataan efektif dari pihak OJK dapat dikantongi dalam tempo dekat.

Manajemen perseroan menegaskan bakal senantiasa mengamati dinamika yang terjadi di pasar sekaligus meneruskan rangkaian proses rights issue ini agar tetap selaras dengan linimasa yang telah dipersiapkan.

Terkini