JAKARTA – PT Dahana berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp509,7 miliar di sepanjang tahun buku 2025. Perolehan tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan sebesar 1,6 persen apabila dikomparasikan dengan pencapaian di tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp502 miliar.
Selaras dengan hasil positif tersebut, PT Dahana pun mengumumkan pendapatan usaha yang sukses dikumpulkan sebesar Rp3,36 triliun.
Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, memberikan penegasan bahwa hasil manis ini ialah buah manis dari ketekunan korporasi dalam menerapkan pembaruan, memelihara efisiensi operasional, serta mengeksekusi taktik perluasan bisnis secara matang.
Hary dalam keterangan resmi pada Kamis (28/5/2026) menyatakan, "PT Dahana terus berkomitmen untuk memperkuat kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta ekspansi pasar global," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selaku emiten material energi nasional yang berada di naungan holding industri pertahanan atau Defend ID, Dahana terus memacu akselerasi penguatan aspek teknologi, memperlebar sayap ke pasar internasional, hingga mendongkrak daya tampung bisnis secara komprehensif.
Menjadi bagian tak terpisahkan dari holding Defend ID, PT Dahana senantiasa memegang andil vital dalam menyokong kemandirian sektor pertahanan dan lini strategis di Tanah Air lewat pengembangan inovasi teknologi, memaksimalkan kapasitas produksi, dan menguatkan daya saing di level internasional.
Sepanjang tahun 2025, korporasi sukses mengimplementasikan sederet keputusan taktis, di antaranya meluncurkan dua sarana vital, yaitu On Site Plant (OSP) serta Waste Oil Processing Plant (WOPP). Kedua sarana ini diwujudkan lewat kerja sama sinergis dengan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).
Keberadaan kedua infrastruktur baru ini berperan krusial dalam memperkokoh operasional korporasi demi memenuhi segala kebutuhan sektor material energi di kancah nasional.
Bukan cuma itu, Dahana pun berkelanjutan memajukan lini pertahanan nasional lewat kelanjutan fase uji coba operasional Penelitian dan Pengembangan Materiel (Litbangmat) Bom BNT 250, yang ditujukan sebagai langkah konkret untuk meningkatkan penguasaan aspek teknologi dalam negeri.
Terkait strategi pengembangan bisnis, korporasi juga memperluas kemitraan internasional lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Rheinmetall Denel Munition (RDM) demi mendirikan fasilitas energetic material di Tanah Air.
Sinergi global ini dipandang sebagai lompatan mendasar dalam mempertegas penguasaan teknologi sekaligus memicu peningkatan kapasitas industri material energetik nasional.
Lewat kemitraan strategis ini, PT Dahana menaruh asa dapat memperkokoh kedudukan Indonesia di panggung industri pertahanan internasional.
Skenario ini berjalan beriringan dengan tren pelebaran pasar ke mancanegara, yang mana Dahana telah mengekspor sebanyak 250 ton bahan peledak jenis Cartridge Emulsion Megadrive menuju Australia sebagai penanda nyata kualitas unggul produk lokal di pasar dunia.